Logika Berfikir Dalam Islam

Logika Berfikir Dalam Islam diuraikan dalam deskripsi yg singkat pada mata kuliah Filsafat Ilmu di UNIMUS

File pdf : logika berpikir dalam Islam

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Filsafat Ilmu Tekpang dan Analis Kesehatan

Materi Kuliah Filsafat Ilmu Teknologi Pangan  dan Analis Kesehatan di Universitas Muhammadiyah Semarang

File pdf : Filsafat Ilmu Tekpang dan Analis Kesehatan

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Doa Pasca Haji

Berikut Tuntunan Doa Pasca Menunaikan Ibadah Haji

File Pdf : Doa Pasca Haji Ok

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Makna Lailatul Qadar

Makna Lailatul Qadar : Disampaikan dalam forum Pengajian Ahad Pon MT  Muhammadiyah Kudus  pada 12 Agustus 2012 di Gedung JHK Kudus

File pdf : Makna Lailatul Qodar

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Tuntunan Sholat Praktis

Tuntunan Sholat Praktis ini ditujukan kepada muslim yang sudah terbiasa Sholat  dan hafal doa doa dalam sholat :

File pdf : Tuntunan Sholat Praktis

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Tentang Tahlil dan Tahlilan

Tentang Tahlil dan Tahlilan akan dikupas lebih Jelas dan Rinci Oleh Dosen Al Islam UNIMUS : Drs. H. Danusiri, M.A,  Silakan klik di bawah ini :

File pdf :  Tentang TAHLIL dan TAHLILAN

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Khotbah Idul Fitri 1433 H

Khotbah Idul Fitri 1433 H di Halaman Sekolah SD Pegandan Menoreh Semarang oleh Drs. H. Danusiri, M. Ag ( Dosen UNIMUS ) Silakan Klik di bawah ini :

File pdf : Khotbah Idul Fitri 1433 H Menjaga Kemurnian Agama

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Apresiasi Tahun Baru

Pendahuluan

            Dalam waktu kurang dari 20 hari di tahun 2010 ini, kita memperingati dua macam tahun baru, yaitu tahun baru Masehi dan tahun baru Hijriah. Sistem kalender masehi dengan mengambil momentum kelahiran Nabi Isa, orang Nasrani menyebutnya Yesus, diciptakan oleh Yulius Caesar. Tahun baru Hijriah dengan mengambil momentum hijrah Nabi Muhammad dan para sahabatnya umat Islam dari Mekah menuju Yasrib yang kemudian diganti nama al-Madinatul al-Munawwarah (kota yang bercahaya) diciptakan oleh Umar bin Khaththab yang Agung (Umar al-Farukh). Dengan demikian kedua orang ini berjasa besar bagi peradaban  karena kedua tahun baru ini telah menjadi milik umat manusia di seluruh dunia.

Semua umat manusia menyongsong dan mengadakan apresiasi tertentu ketika terjadi peristiwa tahun baru Masehi. Demikian pula, umat Islam sedunia juga menyongsong dengan aneka kegiatan ketika terjadi peristiwa tahun baru Hijriah. Namun, bagi orang Jawa, khususnya Jawa Tengah, tidak bisa melupakan jasa Sultan Agung Hanyokrokusumo berkenaan dengan sistem penanggalan Islam Jawa.

Beliau membangun sistem kalender Islam jawa atau populer dikenal tahun Jawa, berbeda dari kalender Aji saka, yaitu  menyatukan kalender Jawa dengan sistem kalender Islam. Tahun baru Jawa yang jatuh pada tanggal satu Syuro disamakan dengan tahun baru Islam atau tahun baru Hijriah yang jatuh pada tanggal satu Muharram, sehingga tanggal satu Syuro sama dengan satu Muharram. Penyatuan sistem kalender Islam Jawa (little tradition) dengan kalender Islam universal (great tradition) berdampak pada percampuran kebudayaan diantara keduanya sehingga  lambat laun memunculkan pola kebudayaan khas Islam Jawa. Upacara Grebeg Besar di Demak, Sekaten di Surakarta maupun di Yogyakarata, Dugderan di Semarang, Dandangan di Kudus adalah contoh-contoh percampuran budaya antara Islam dan Jawa. Aneka upacara khas ini mengambil waktu tertentu secara ajeg dalam kalender Islam, umpama: grebeg demak dilaksanakan pada Idhul Adha, sekatenan pada hari kelahiran Nabi Muhammad yaitu di bulam Mulud atau Rabi’ al-awwal, (dari bahasa Arab maulud atau maulid), dukderan dan dandangan diselenggarakan hari terakhir bulan Sya’ban untuk memasuki bulan Ramadhan, dan halal bi halal diselenggarakan pada awal-awal bulan Syawwal (kalender Jawa disebut sawal atau apit).

Perhelatan Tahun Baru Masehi Satu Januari

Umat manusia pada umumnya, dalam menyambut tahun baru Masehi dengan cara meluapkan kegembiraan sejak dari pesta kembang api berwarna-warni nan indah pada saat tepat pergantian tahun lama ke tahun baru, yaitu pada jam 0,00, pentas dan konser musik, makan-minum hingga – bagi kelompok tertentu – melengkapinya dengan minuman keras sehingga mabuk. Yang terakhir ini mestinya tidak perlu terjadi karena mengganggu kesehatan maupun menghambat kualitas moral, di samping membuat kekacauan sosial.

Para artis-selebritis kondang dari berbagai spesialisasi hiburan sejak dari seni tradisional: wayang kulit, wayang golek, ketoprak, lodrok Jawatimuran, lenong Sunda/Betawi hingga seni yang bersifat populer dan kontemporer: dangdut, pop, jazz, rock, keroncong, hingga campursari, dan lawak sibuk dan kewalahan menerima order untuk manggung dari berbagai penyelenggara hiburan, baik yang bersifat terbuka maupun tertutup. Vila, penginapan, dan hotel baik di tengah-tengah perkotaan maupun di lereng-lereng gunung seperti di Bandungan untuk satelit kota Semarang, Kopeng dan Kaliurang untuk kota Salatiga, Boyolali, Klaten, Magelang, Yogyakarta, dan puncak di Bogor untuk  Jadebotabeg [Jakarta, Depok, Bogor, Tangerang, dan Bekasi] jauh hari sebelum datang tahun baru telah penuh menerima  boocking dari pemesan untuk berlibur merayakan tahun baru.

Kegembiraan dalam menyambut tahun baru berlangsung semalam suntuk. Malam ini, dunia dibuat hingar-bingar tanpa tidur. Malam-malam berikutnya, bisa hingga satu atau dua minggu, di berbagai tempat di kota-kota besar   tetap berlangsung berbagai macam perhelatan yang bernuansa tahun baru.Objek-objek wisata: di gunung, di pantai, taman rekreasi, water boom, dunia fantasi, kebun binatang hingga vila dan hotel dibanjiri oleh pengunjung untuk menikmati suasana tahun baru dan liburan dari kerja rotin harian. Perusahaan-perusahaan bonafide membagi bonus dan tunjangan kepada para karyawannya sehingga menambah energi mereka dalam mengapresiasi tahun baru.

Luapan kegembiraan menyambut tahun baru jauh dari suasana introspeksi, muhasabah, dan merenungi makna hidup. Kalaupun ada yang bernuansa religius, porsinya sangat kecil, baik dalam level kesadaran batin maupun ekspresi empiris dari masing-masing orang yang merayakannya. Wujud aspek religius dimaksud adalah doa syukur kepada yang dipertuhan [sapaan kepada-Nya bersifat umum]  karena mereka terdiri atas berbagai penganut agama. Rumusan anjuran bersyukur  adalah “berdoa menurut agama dan kepercayaannya masing-masing”. Setelah itu mereka meminum soft drink  dengan bersulang dan selanjutnya berpesta dalam kemeriahan dan glamour. Suguhan demi suguhan  acara amat berfariasi dan semuanya membuat hanyut dalam suasana sukacita: menyanyi bersama, berjoget, dan bersendaugurau. Tanpa mereka sadari, tahu-tahu pagi pun datang barulah mereka pulang dengan perasaan puas, capek, loyo, ngantuk berat, dan langsung merebah tidur mendengkur pulas.

Introspeksi (Mulat Sariro) Tahun Baru Jawa satu Syuro

            Dalam menyambut tahun baru Jawa,  baik di lingkungan kraton maupun di pedesaan,  yang jatuh pada tanggal satu Syuro bercorak mitis dan magis. Wujud apresiasinya adalah aneka ritual seperti: jamas pusoko (tombak, keris, jimat, tameng, dan benda-benda keramat lainnya), memulai aneka macam laku (poso mutih, ngrowot, apati geni,  mbisu) dengan aneka macam tujuan seperti: kekebalan (kebal dari senjata tajam maupun tumpul, kebal racun, kebal api), bisa menghilang atau tidak dapat dilihat orang dengan mata kepala meskipun yang bersangkutan berada di depan orang tanpa tabir,  dan kemampuan-kemampuan khusus lainnya.

Menyambut tahun baru satu Syuro disebut tirakatan atau populernya melek-melek (tidak tidur malam).  Salah satu menu acaranya adalah Mocopatan (tembang mocopat Jawa klasik) dalam satu kelompok seperti majlis taklim. Sesepuh yang dipandang senior dalam kelompok itu menyanyikan lagu  dengan penuh hikmat dalam suasana magis. Lagu mocopat ada 11 macam, yaitu: mijil, sinom, kinanthi, durmo, gambuh, megatruh, maskumambang, asmorodono, dhandhanggulo, pangkur dan pucung. Pesan-pesan yang ada dalam lirik lagu disampaikan kepada audiens yang secara umum berisi tentang moral (budhi luhur), ocultisme (kekebalan), dan metafisika (sangkan paraning dumadi) yaitu perenungan mencari makna sejati hakikat hidup dari mana dan akan ke mana hidup  sesudah mati. Tujuan   tirakatan adalah mencapai kesejahteraan umum (ayem tentrem), harmoni dengan alam (memayu-ayuning bawono), sentosa (sehat lahir batin) dilandasi sikap pasrah (tawakkal) atau  sumendhe kepada Yang Maha Hidup – biasa disapa dengan Hyang Manon, Hyang Widi, Hyang Akaryo Jagad –  berpuncak pada  menggapai kesempurnaan hidup.

Profil orang yang telah mencapai kesempurnaan hidup terlihat tenang dalam menghadapi segala macam problem kehidupan, tidak ambisius (ngongso), dan ikhlas menerima keadaan seperti apa pun (nrimo ing pandum). Prinsip hidup manusia Jawa adalah selaras, serasi, dan seimbang.

Refitalisasi Tahun Baru Hijriah Satu Muharram

Apresiasi tahun baru hijriyah  jauh dari perhelatan hura-hura, jauh pula dari ritual  mitis-magis karena konsep Islam adalah ummatan wasathan (umat yang tengah-tengah). Secara umum  umat Islam  melakukan perubahan menuju kesempurnaan komrehensif dengan cara berhijrah: dari statis menuju progresif, dari gelimang dosa menuju amalan shaliha, dari chaos (kacau) menuju cosmos (terautur), dari corruption menuju acuntable, dari keberagamaan yang sarat dengan tahayyul, bid’ah, khurafat, dan syirik menuju keberagamaan murni (ad-dinul qayyimah, ad-dinul khalish) atas dasar Alquran dan Sunnah.

Prosedur hijrah dimaksud secara kronologis adalah:

  1. Mencintai Alquran dan Assunnah, yaitu ada rasa dalam hati cinta terhadap keduanya. Ia berwudu terlebih dahulu ketika akan memegang Alquran. sikapnya sangat hormat terhadap Alquran.  tidak rela jika ada orang melecehkan Alquran maupun Assunnah dalam semua bentuk. Dalam hal ini Nabi bersabda: Aku tinggalkan dua perkara kepadamu. Tidak akan kamu sekalian tersesat selagi berpegang tegung keduanya, yaitu kitabullah (Alquran) dan Sunnah-sunnah utusan-Nya (HR. Al-Bukhari).
  2. Lama-lama tergerak hatinya untuk membaca kedua naskah suci ini. Ia berusaha membaca  sebaik-baik dan sebenar-benarnya menurut ilmu tentang baca-membaca yang baik (ilmu tajwid). Dalam hal ini Nabi bersabda: Bacalah Alquran. Ia akan datang besok pada hari kiamat untuk memberi syafaat kepada pembacanya, (HR. Muslim).
  3. Setelah itu ia berusaha untuk mengerti apa pesan-pesan yang terkandung di dalam manuskrip suci itu.
  4. Berusaha melakukan apa yang menjadi anjuran atau perintahnya dan menjauhi apa yang menjadi larangannya.
  5. Apa yang ia peroleh dari Alquran maupun Assunnah,  ia sosialisasikan kepada orang lain atau saling sharing antar sesama muslim (watawashaubil haqqi watawashaubishabri).
  6. Harapannya terjadi kesadaran bersama  dan aktualisasi massa umat Islam untuk menjadi masyarakat qurani, yaitu masyarakat utama (madinatul fadilah) yang menunaikan amanah sebagai khalifatullah fil ard untuk menciptakan keadilan, kemakmuran, dan keamanan atas dasar tauhid menuju rida Allah.

 

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Makanan Haram

Standar Kompetensi

Setelah mengikuti pembelajaran pada pertemuan ini diharapkan mahasiswa mampu menjelaskan makanan haram dalam Alquran maupun maupun as-Sunnah. Untuk itu mahasiswa dituntut mengetahui dan dapat menjelaskan tentang status keharaman babi, darah yang mengalir, bangkai, binatang yang jatuh, tercekik, tertanduk, diterkam binatang buas yang tidak sempat disembelih, dan khamr.

I. Makanan yang haram dikonsumsi (kajian QS.al-Maidah/5 : 3)

Allah berfirman:

حرمت  عليكم  الميتة  والدم  ولحم  الخنزير  وما اهل لغير  الله به,  والمنخنقة والموقوذة  والمعتردية  والنطيحة وما اكل  السبع إلا ما  ذكيتم  وما  ذبح  على النصب وان تستقموا بالازلام ذالكم فسق. اليوم يئس الذين كفروا  من دينكم فلا تحشوهم واخشونى. اليوم اكملت لكم دينكم وأتممت عليكم نعمتى  ورضيت لكم الاسلام دينا.  فمن اضطر  فى مخمصة غير متجانف لاثم  فإن الله غفور رحيم

(سوراة المائده: 3)

Artinya:

Diharamkan bagimu (memakan) bangkai, darah, daging babi, daging hewan yang disembelih atas nama selain Allah, yang tercekik, yang dipukul, yang jatuh, yang ditanduk, dan yang diterkam binatang buas, kecuali yang sempat kamu menyembelihnya, dan diharamkan bagimu yang disembelih untuk berhala. Dan diharamkan juga mengundi nasib dengan anak panah , (mengundi nasib dengan anak panah itu) adalah kefasikan. Pada hari ini, orang-orang kafir itu telah putus asa untuk (mengalahkan agamamu), sebab itu janganlah kamu takut kepada mereka, takutlah kamu kepada-Ku. Pada hari ini telah kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu menjadi agama bagimu. Maka, barang siapa terpaksa karena kelaparan tanpa sengaja berbuat dosa, sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS. Al-Maidah/5 : 3)

Keterangan

  1. Darah dalam ayat ini adalah darah yang keluar dari tubuh sebagaimana disebutkan dalam

QS. Al-An’am/6 : 145. Demikian ayat yang dimaksud:

قل لا اجد فى ما اوحي الي محرما  على طعام يطعمه  إلا ان يكون ميتة اوداما مسفوحا  اولحم خنزير  فانه  رجس اوفسقا  اهل لغير الله به.  فمن اضطر غير باغ فإن ربك غفور رحيم (سوراة الانعام: 145)

 Artinya:

Katakanlah, “Tiadalah aku dalam wahyu yang diwahyukan kepadaku, sesuatu yang diharamkan bagi orang yang hendak memakannya, kecuali kalau makanan itu bangkai, atau darah yang mengalir atau daging babi – karena semua itu kotor – atau binatang yang disembelih atas nama selain Allah. Barang siapa yang dalam keadaan terpaksa, sedang dia tidak menginginkannya dan tidak (pula) melampaui batas, maka sesungguhnya Tuhanmu Maha Pengampun lagi Maha Penyayang (QS. Al-An’am/6 : 145).

  1. Binatang yang dicekik, dipukul, jatuh, diterkam binatang buas adalah halal jika sebelum mati masih sempat disembelih secara syar’i.
  2. azlam adalah anak panah yang belum diberi bulu. Alat ini biasa dipakai undian untuk melakukan atau tidak melakukan sesuatu. Caranya, ada tiga buah anak panah, yang pertama ditulisi  ’lakukanlah’, kemuadian yang kedua ditulisi ’jangan lakukan’, dan yang ketiga kosong dari tulisan. Ketiga anak panah ditaruh di dalam ka’bah beberapa hari. Ketika dikehendaki, ia meminta juru kunci ka’bah untuk mengambil salah satu diantara ketiganya dengan tidak membaca tulisannya. Anak panah mana yang terambil, itulah yang akan dilaksanakan. Jika yang kosong yang terambil, boleh melakukan atau tidak melakukan. Jika yang terambil tertulis ’lakukanlah’, maka ia harus melakukan sesuatu yang telah menjadi rencananya. Jika yang terambil tertulis ’jangan lakukan’, maka ia harus mengurungkan rencana melakukan sesuatu.
  3. Yang dimaksudkan al-yaum (hari) dalam ayat ini adalah hari dilangsungkannya haji wada’ (haji perpisahan), artinya Rasulullah tidak lagi akan melakukan haji. Tak lama kemudian Rasulullah wafat.
  4. Jika keadaan terpaksa, kelaparan, tidak ada makanan lain kecuali yang haram itu, demi sekedar menyambung hidup diperbolehkan memakan yang diharamkan itu.

Penjelasan-penjelasan

  1. Bahwa bangkai, meskipun masih segar segera dimasak untuk dikonsumsi,  hukumnya haram untuk dikonsumsi
  2. Bahwa yang dimaksud darah dan daging babi adalah keseluruhan organ babi (daging, kulit, tulang, jerohan, kikil, gajih, dll) adalah haram
  3. Bahwa teknik penyembelihan binatang  atas nama selain Allah, umpama untuk sesaji laut, hukumnya haram untuk dikonsumsi. Artinya, organ selain kepala yang tidak ikut dipersembahkan ke laut tidak boleh dikonsumsi karena haram dalam penyembelihannya.
  4. Bahwa penyembelihan binatang untuk persembahan berhala, bisa sama seperti nomor 3, bisa yang lain.
  5. Problematika muncul manakala dalam menyembelih disebut nama Allah, tetapi dagingnya atau kepalanya untuk sesaji atau sedekah laut, untuk peringatan 1000 hari kematian seseorang. Jika dalam peringatan 1000 hari dan menyembelih ini bukan suatu keharusan, tidak apa-apa.
  6. Bahwa binatang yang tercekik, jatuh, ditanduk, diterkam binatang buas, jika masih sempat disembelih sebelum mati, hukumnya halal. Jika mati belum sempat menyembelihnya, hukumnya seperti bangkai dan haram untuk dikonsumsi.
  7. Ketentuan ini (1 – 6) adalah final dan tidak ada penafsiran lain.karena telah dinyatakan Islam sebagai agama sempurna dan tidak perlu ada tambahan lagi.
  8. Kita umat Islam tidak perlu takut menolak semua produk makanan setelah diketahui haram atau mengandung unsur yang haram dalam makanan itu.
  9. Semua produk makanan haram itu hanya boleh dikonsumsi oleh umat Islam hanya dalam keadaan terpaksa dan sadar penuh tidak akan berbuat dosa,  seperti karena kelaparan dan tidak ada makanan lain selain yang haram tersebut. Sudah barang tentu ketika memakannya dilandasi dengan mohon ampunan Allah secara sungguh-sungguh.

 II. Keharaman Khamr (Kajian QS. Al-Maidah/5 : 90)

Allah berfirman:

يا ايها الذين امنوا انما الخمر والميسر والانصاب والازلام رجس من عمل الشيطان, فاجتنبوه لعلكم تفلحون (سوراة المائد ه: 90)

Artinya

Hai orang-orang beriman, sesungguhnya (meminum) khamr, berjudi, (berkorban untuk) berhala, mengundi nasib dengan panah adalah perbuatan keji termasuk perbuatan syaitan, maka jauhilah perbuata-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan  (QS. al-Maidah/5 : 90).

Penjelasan

1. Khamr adalah minuman yang diproduk sengaja untuk mabuk-mabukan.

2. Segala sesuatu yang berkarakter untuk memabukkan seperti khamr (kullu ma> takhammara) baik berupa cairan, serbuk, maupun tablet dan kapsul adalah haram .

III. Binatang yang haram Menurut as-Sunnah. Rasulullah bersabda:

حديث إبى ثعلبة رضي الله عنه, أن رسول الله صلى الله عليه وسلم نهى عن اكل كل ذى ناب من السباع (متفق عليه)

Artinya: Abu Sa’labah  R.a berkata: Rasulullah Saw melarang memakan daging binatang yang bertaring (HR. Muttafaqun ‘alaih).

Penjelasan:

  1. Menurut para mufassirun, binatang bertaring identik dengan binatang buas, seperti harimau, anjing, singa, musang, tupai, tikus, beruang, dan yang sebangsanya.
  2. Termasuk yang dimaksud taring adalah burung yang memiliki kuku kuat untuk menyerang musuh, seperti: burung gagak, elang, alap-alap, garuda, dan yang sejenis. Artinya burung-burung tersebut haram untuk dikonsumsi. Dalam hal ini Rasulullah bersabda:

. . . نهى رسول الله صلى الله عليه وسلم: عن كل ذى ناب من السباع

وعن كل ذى مخلب الطير(رواه مسلم عن ابن عباس)

            Artinya: . . . Rasululah Saw. melarang (mengkonsumsi) setiap binatang yang     memiliki taring dari binatang buas dan setiap burung yang memiliki kuku kuat untuk menyerang musuh (atau menangkap mangsa- HR. Muslim dari Ibnu ‘Abbas).

3. Taji tidak termasuk kuku yang kuat. Dengan demikian ayam jago tidak termasuk  yang haram dikonsumsi.

IV. Empat Binatang Melata. Rasulullah bersabda:

نهى رسول الله صلى الله عليه وسلم عن قتل اربع من الدواب: النصلة, والنحلة

والهدهد, والصرد (رواه احمد وابو داود عن ابن عباس)

Artinya: Rasulullah Saw melarang membunuh empat binatang, yaitu: semut, lebah, burung hudhud, dan burung surad (sejenis burung pipit- HR. Ahmad Abu Dawud dari Ibnu Abbas).

Penjelasan: Binatang yang dilarang dibunuh adalah binatang yang tentu tidak boleh dimakan dengan cara apa pun (disembelih) atau non sembelih. Dengan demikian keempat binatang di atas haram untuk dimakan.

V. Landak. Rasulullah bersabda:

أن عمر سئل عن القنقذ. . . ذكر عند النبي صلى الله عليه وسلم فقال: إنها خبيثة من الخبائث . . . (اخرجه احمد عن ابن عمر)

Bahwasanya Umar ditanya tentang landak . . . disebutkannya di sisi Rasulullah Saw., beliau bersabda: (landak) adalah kotor dari yang kotor-kotor (HR. Ahmad dari Ibnu Umar).

Penjelasan: Landak termasuk haram dikonsumsi karena kotor. Yang kotor tidak thayyib. Sejak itu para sahabat tidak mengonsumsi landak.

VI. Binatang yang makan tinjanya.

نهى رسول الله صلى الله عليه وسلم عن الجلالة والبنها (اخرجه الترمذى وابو

داود والنساء وابن ماجه عن ابن عمر)

Artinya: Rasulullah Saw melarang binatang yang memakan tinja dan melarang susunya (HR. at-Turmuzi, Abu Dawud, an-Nasai, Ibnu Majah dari Ibnu Umar).

Penjelasan: Binatang menyusui tetapi yang memakan tinja (manusia) maupun tinjanya sendiri, atau tinja pada umumnya, contohnya seperti babi.

VI. Kodok

. . .أن طبيبا سئل رسول الله صلى الله عليه وسلم عن الضفدع يجعلها فى

دواء فنهى عن قتلها (اخرجه احمد عن عبد الرحمن بن عثمان القرشي)

Artinya: Seorang Thabib) bertanya kepada Rasulullah Saw tentang kodok yang menjadikannya sebagai obat. Lalu beliau melarang untuk membunuhnya (HR. Ahmad dari Abdurrahman bin Usman al-Quraisy)

Penjelasan: Katak atau kodok dilarang untuk dibunuh berarti tidal boleh untuk dikonsumsi, berarti pula haram untuk dimakan dengan cara apa pun (disembelih terlebih dahulu atau non sembelih).

VII. Penutup

Semoga ada manfaatnya kepada para peserta pembelajaran materi ini. Wassala>mu ‘alaikum warahmatulla>hi wabaraka>tuh.

Referansi

  1. ‘Yayasan Penyelenggara Penafsir al-Qur’an”, Al-Qur’an dan Terjemahnya, Jakarta: Departemen Agama RI, 1990.
  2. Imam Muslim, Shah}i>h Muslim, Indonesia: Dar ah}ya>’ al-Kutub al-‘Arabiyyah, [t.th.].
  3. ‘Abd al-Baqi, Muhamammad Fuad, al-Lu’lu>’u wa al-Marja>n. Beirut: Dar al-Fikr, [t.th.].
  4. Ibnu hajar al-Asqalani, Bulu>gh al-Mara>m, Indonesia: Darul Ahya>’, 2000.

 

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Etika Bisnis Menurut Islam

I. Pengertian Dasar

  • Etika berbeda dari akhlaq
  • Untuk etika, standar bai-buruk, utama-sia-sia, boleh-dilarang berdasar pada falsafah dan ilmu
  • Untuk akhlaq, standar baik-buruk, utama-sia-sia, boleh- dilarang berdasar pada syariat (aturan Tuhan – wahyu suci).
  • Maka, menyebut istilah ”Etika Bisnis Menurut Islam” itu sudah salah, meskipun dalam istilah ”Akhlaq Menurut Islam” terkandung di dalamnya ada unsur filosofis-ilmiah. Tetapi jika menggunkan istilah ”Akhlaq Bisnis Menurut Islam” tidak lazim karena pngaruh peradaban sekuler, sehingga di sini tetap menggunakan istilah ”Etika Bisnis Menurut Islam”.

II. Inti Diinul Islaam

  • Inti Diinul Islam adalah tauid, mengesahakan Tuhan, perbuatan apa pun harus di atas namakan kepada Tuha.
  • Tauhid harus merefleksi ke dalam total kehidupan, inclusif dunia bisnis.
  • Islam memihak kepada sistem bisnis tauhid, karena itu menolak sistem bisnis non Islam. Karena itu, liberalisme, sosialisme, kapitalisme, Pancasila yang tampilannya kapitalisme, dan isme-isme lain yang sekuler harus ditolak. harus di tolak

III. Sistem Paradigma  Etika berbisnis

  • Islam ditujukan sebagai rahmatan lil’alamiin. Allah berfirman

Artinya:

Dan tiadalah Kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi     semesta alam (QS. Al-Anbiya’/21:07)

  • Jangkauan Islam mencakup semua aspek kehidupan. Allah berfirman:

Artinya:

Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-  cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu. . . (QS. Al-Maidah/5 : 3).

  • Al-Qur’an menjelaskan segala sesuatu. Allah berfirman:

Artinya:

(Dan ingatlah) akan hari (ketika) Kami bangkitkan pada tiap-tiap umat seorang saksi atas mereka dari mereka sendiri dan Kami datangkan kamu (Muhammad) menjadi saksi atas seluruh umat manusia. Dan Kami turunkan kepadamu Al Kitab (Al Quran) untuk menjelaskan segala sesuatu dan petunjuk serta rahmat dan kabar gembira bagi orang-orang yang berserah diri (QS.an-Nahl/16 : 89).

  • Tak ada bagian kehidupan yang terlewatkan oleh Islam. Allah berfirman:

Artinya:

Dan tiadalah binatang-binatang yang ada di bumi dan burung-burung yang terbang dengan kedua sayapnya, melainkan umat (juga) seperti kamu. Tiadalah Kami alpakan sesuatupun dalam Al-Kitab, kemudian kepada Tuhanlah mereka dihimpunkan (QS. al-An’am/6 : 38).

  • Bagian dari ’segala sesuatu’, ’total kehidupan’ adaah dunia bisnis.

IV. Realitas Sejarah

  • Rasulullah adalah teladan yang bagus. Allah berfirman:

Artinya:

Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah (QS. al-Ahzab/33 : 21).

  • Rasulullah pernah mengelola bisnis istrinya, Khatijah al-Kubra, dengan transparan, jujur, dan sukses. Jadi, bisnis telah muncul sejak generasi Islam pertama.
  •  Rasulullah sangat apresiatif terhadap dunia bisnis. Beliau pernah menegur peminta-minta: seandainya seseorang mencari kayu bakar dan dipikul di atas punggungnya, itu lebih baik daripada kalau ia meminta-minta HR. Bukhari dan Muslim).
  •  Etika bisnis dalam Islam lahir bersamaan dengan kegiatan bisnis dalam Islam. Berbeda dari Amerika Serikat. Etika bisnis baru muncul tahun 1970-an. Di Eropa tahun 1980-an, dan menjadi fenomena global 1990-an.

V. Motifasi Rasulullah untuk  berbisnis

  • Islam melarang pemeluknya menganggur, dan supaya senantiasa dalam kesibukan, kecuali istirahat. Allah berfirman:

Artinya: Maka apabila kamu telah selesai (dari sesuatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain (QS.98 : 7).

  • Ibadah itu ada 10 bagian. 9 bagian adalah mencari rezeki halal. (konon) Rasul bersabda; ”al-’ibaadatu ’asyaratu ajzaa’. Tis’atun minha fi thalabil halaal (al-Hadis).
  • Mencari rezeki halal wajib bagi setiap Muslim. Rasul bersabda: ”Thalabul Halaali faridlatun ’alaa kulli muslimin. Rawaahu  Abu Daawuda dari Abi Hurairah dari).
  • Mencari rezeki halal direken seperti Syahid-syuhadaa’. Rasul bersabda: Man sa’a ’ala ’aalihi min halaalinfahuwa kalmujaahid fi sabiilillaahi. Waman thalaba ad-dunya halaalan fi ’afaafin kaan fidarajatis-Syuhadaa’ (Barang siapa yag keluar rumah mencari rezeki halal untuk keluarga, ia seperti pejuang di jalan Allah. Dan barang siapa mencari rezeki halal dalam penjagaan, ia berada pada status syuhadaa’).

VI. Larangan-larangan dalam berbisnis

  • Berbisnis haram, umpama MMOK (makanan, minuman, obat-obatan, dan kosmetika) haram atau mengandung sesuatu yang haram, night club discotic, bordilan, dan yang sebangsanya). Allah berfirman:

Artinya:

Katakanlah: “Tidak sama yang buruk dengan yang baik, meskipun banyaknya yang buruk itu menarik hatimu, maka bertakwalah kepada Allah hai orang-orang berakal, agar kamu mendapat keberuntungan (QS. al-Maidah/5 : 100).

  • Memperoleh harta secara tidak halal. Alah berfirman:

Artinya:

Maka jika kamu tidak mengerjakan (meninggalkan sisa riba), maka ketahuilah, bahwa Allah dan Rasul-Nya akan memerangimu. Dan jika kamu bertaubat (dari pengambilan riba), maka bagimu pokok hartamu; kamu tidak menganiaya dan tidak (pula) dianiaya (QS. al-Baqarah/2 : 279).

  • Monopoli atau persaingan tidak fair. Allah berfirman:

Artinya:

Dan janganlah sebahagian kamu memakan harta sebahagian yang lain di antara kamu dengan jalan yang bathil dan (janganlah) kamu membawa (urusan) harta itu kepada hakim, supaya kamu dapat memakan sebahagian daripada harta benda orang lain itu dengan (jalan berbuat) dosa, padahal kamu mengetahui (QS. al-Baqarah/2 : 188).

Rasul bersabda: Man ihtakara hakratan yuriidu an-yaghla biha ’alal-muslimiina fahiwakhaathiun (Barang siapa menumpuk-numpuk, dagangan, sedang ia bermaksud menjualnya dengan harga mahal terhadap kaum muslimin, dia itu salah besar.HR. Muslim).

  • Memalsu dan menipu mitra bisnis. Allah berfirman:

Artinya:

Dan sempurnakanlah takaran apabila kamu menakar, dan timbanglah dengan neraca yang benar. Itulah yang lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya (QS al-Isra’/17 : 35).

Bentuk-bentuk penipuan antara lain:

  1. Penawaran dan pengakuan (testimony) fiktif, umpama belum ditawar orang sudah mengaku ditawar orang banyak dan persediaan amat terbatas, system entul yaitu teman-teman oenjual sendiri berpura-pura berebut untuk membeli supaya orang lain segera membeli karena khawatir tidak kebagian membeli.
  2. Iklan yang tidak sesuai dengan kenyataan seperti ikhlan tentang MMOK, baik melalui TV, media cetak, maupun media in door, dan out door.
  3. Eksplorasi erotisme dan seksualisme wanita dalam berbisnis, baik dalam level individual, organisasi, maupun system; Sejak dari promosi, kegiatan bisnis, maupun pasca bisnis (bonus-bonus, bina lingkungan).

VII.  Rambu-Rambu dalam Berbisnis

Dalam berbisnis, baik dalam level individual, organisasi, maupun system (Dawam     Rahardjo, 1995 ; 320 ) harus senantiasa:

  • Jujur. Allah berfirman:

Artinya:

Hai orang-orang yang beriman bertakwalah kepada Allah, dan hendaklah kamu bersama orang-orang yang benar (QS. at-Taubah/9 : 119).

Dan:

Artinya:

Dan orang-orang yang memelihara amanat-amanat (yang dipikulnya) dan janjinya (QS. al-Mu’minun/23 : 8).

  • Adil, al-Qur’an menyebut kata al-’adil dan berbagai macam derifasinya, kata al-qisht dan berbagai macam derifasinya – al-qisht sinonim dengan al-’adl – sebanyak 58 kali.
  • Dasar berbisnis adalah cinta kasih (santun dan ramah)terhadap mitra bisnis. Al-Qur’an menyebut kata rahiim, rahmaan, dan rahmah dan berbagai derifasinya sebanyak 288 kali, mengindisaikan bisnis hanya boleh dijalankan dalam koridor santun dan ramah.
  • Akuntabel. Allah berfirman:

Artinya:

Dan orang-orang yang memelihara amanat-amanat (yang dipikulnya) dan janjinya (QS. al-Mu’minuun/23 : 8).

  • Cermat. Allah berfirman:

Artinya:

Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya. Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan sebesar dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya pula (QS. Al-Zalzalah/99 : 7- 8).

VIII. Ancaman terhadap larangan dalam berbisnis

  • Neraka siksaannya kelak. Rasul bersabda: Man laa yubaali min aina iktasabal maala lam ybaali-llaahu min aina adkhalahun-naara Barang siapa yang tidak mempedulikan dari mana ia memperoleh kekayaan, Allah tidak mempedulikan dari mana Allah akan memasukkannya ke neraka – al-Hadis).
  • Shalatnya tidak diterima. Rasul bersabda: Man isytara tsauban bi’asyri daraahiima, wa fii tsamanihi dirhamun haraamun lam yaqbalil-llaahu shalaatahu maa daama ’alaihi minhu syai un (Barang siapa yang membeli pakaian dengan harga 10 dirham, satu dirham diantaranya uang haram, Allah tidak akan menerima shalatnya selagi pakaian itu dikenakannya – HR. At-Turmudzi dari Ka’ab bin Ujrah).
  • Neraka bagi yang mengonsumsi makanan haram. Rasul bersabda: Kullu lahmin nabata min haraamin fan-naaru aula bihi (Setiap daging yang tumbuh dari barang haram, maka neraka itu lebih utama baginya – HR. Ka’ab bin Ujrah)

IX. Muhammadiyah dan Bisnis

  • Dalam tubuh persyarikatan Muhammadiyah terdapat berbagai macam ortom (organisasi otonomi)
  • Satu diantara ortom  adalah AUM (Amal Usaha Muhammadiyah)
  • Laba bersih AUM diperuntukkan pengembangan persyarikatan dan sarana dakwah amar ma;ruf nahi munkar.

X. Daftar Bacaan

Al-Qur’an al-Kariim.

’Abd al-Baqi, Ahmad Fuad, [t.th.],al-Mu’jam al-Mufahras li Alfaaz al-Qur’aan al-      Kariim, Indonesia: Maktabah Dahlan.

Abu Ismail, al-Bukhari. [t.th.],  Shahih al-Bukhari. Indonesia: Maktabah Dahlan.

Ahmad, Mustaq.2001. Etika Bisnis Dalam Islam, Jakarta: Pustaka Al-Kautsar.

Ali, Marpudji, [t.th.], Etika Bisnis Dalam Islam.

Al-Asyhar, Thobieb. 2003, Bahaya makanan Haram, jakarta: PT. Al-Mawardi Prima.

Daud, Abi. [t.th.], Sunan Abi Daud. Indonesia: Maktabah Dahlan.

Eldine, Achyar, Etika Bisnis Islam, www. UIKA Bogor

Kholiq, Achmad, Etika Bisnis Dalam Perspektif Islam

Kunio, Yoshihara, 1990, Kapitalisme Semu Asia Tenggara, Jakarta: LP3ES.

Muslim, Imam. [t.th.], Shahih Muslim, Indonesia: Maktabah Dahlan.

Rahardjo, Dawam, 1995, Etika Bisnis Menghadapi Globalisasi dalam PJP II, dalam    Prisma, No.2. Jakarta: LP3ES.

Richard T, De George.1995, Bussines Ethics, Ed.4. New Jersey: Printice Hall.

Shihab, Muhammad Q. 1997. “Etika Bisnis dalam Wawasan “Al-Qur’an”, dalam         Ulumul Qur’an, No.3/tahun V.

Posted in Uncategorized | Leave a comment