Perusak Iman

PERUSAK  IMAN

 

Sasaran Belajar

Setelah mmbca dan mengikuti pembelajaran atau pembekalan ini, Mahasiswa diharapkan dapat menjelaskan hal-hal yang merusak iman, sehingga diharapkan selanjutnya mereka mau berusaha dan mampu menghindari perusak iman. Untuk itu, mereka memerlukan pengetahuan tentang

  1. kufur dan macam-macamnya,
  2. syirik dan macam-macamnya,
  3. nifaq dan macam-macamnya,
  4. bid’ah dan macam-macamnya,
  5. takhayyul,  dan khurafat.
  6. Setiap perusak iman itu dilengkapi dalil-dalilnya dari agama

A.  Pendahuluan

Peserta didik, dalam hal ini mahasiswa, dapat menjelaskan apa itu iman dan apa itu aqidah dengan berbagai macam seluk-beluknya belum cukup untuk menjadikan dirinya sebagai seorang muwahid (orang yang mengesakan) secara murni dan konsekuen. Mereka harus dilengkapi berbagai kaitan dengan perusak iman dan ketramplan untuk melaksanakannya. Adapun perusak iman itu adalah: kufur, nifaaq, syirik, tahayyul, bid’ah, khurafat, dan sihir.

B.   Kufur

Kata ’kufur’ telah menjadi idiom dalam bahasa Indonesia ’kafir’ sehinga sudah tidak asing bagi telinga bangsa Indonesia.

1.Arti literal kata ’kufur’  adalah  menutupi, tetapi yang dimaaksudkan adalah  hatinya tertutup tidak mau membuka diri untuk beriman. Kufur berarti juga ingkar, yaitu menolak  yaitu hatinya menolak  untuk beriman.

2.Macam-Macam kufur

Kufur ada dua macam, (1) kufur besar, mengingkari bagian tertentu dari Islam yang dengannya keislaman seseorang menjadi tidak sempurna, (2) kufur kecil, yaitu mengingkari bagian tertentu dari Islam, jika tidak ada yang di-kufur-i keislamannya menjadi sempurna, seperti kufurunni’mah. Pembagian kufur besar dan kufur kecil ini dapat disarikan dari

 

 

Artinya:

Orang-orang yang kafir kepada Tuhannya, amalan-amalan mereka adalah seperti abu yang ditiup angin dengan keras pada suatu hari yang berangin kencang. Mereka tidak dapat mengambil manfaat sedikitpun dari apa yang telah mereka usahakan (di dunia). Yang demikian itu adalah kesesatan yang jauh. QS. Ibrahim/14 : 18)

 

Ayat tersebut menjelaskan tipologi kufur besar. Kufur kecilnya dengan menunjuk kufrunni’mah disarikan dari ayat berikut:

 

Artinya:

Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih (QS. Ibrahim/14 : 7).

 

               Kufur besar mengandung resiko yang amat menakutkan bagi orang-orang beriman. Tentu tidak menjadi beban bagi para kafiruun sendiri, justru bisa sebaliknya sangat prihatin terhadap orang-orang beriman mengapa tidak mengikuti kekufuran  mereka.Orang-orang non muslim yang taat agama mereka dan merasa memiliki kewajiban menyebarkan agama mereka kepada seluruh umat manusia lah yang prihatin atau malah jengkel kepada orang-orang beriman tauhid.  Sebaliknya, kita, orang-orang beriman juga prihatin mengapa mereka tidak mau menerima seruan iman. Mengapa ? Dengan kufur besar menyebabkan:

 

a. Pelakuknya badi dalam neraka.Demikian Alquran menjelaskan:

 

 

Artinya:

Sesungguhnya Allah memasukkan orang-orang mukmin dan beramal saleh ke dalam jannah yang mengalir di bawahnya sungai-sungai. Dan orang-orang kafir bersenang-senang (di dunia) dan mereka makan seperti makannya binatang. Dan jahannam adalah tempat tinggal mereka (QS. Muhammad/47 : 12)

 

Dan

Artinya:

Sesungguhnya orang-orang yang kafir yakni ahli Kitab dan orang-orang yang musyrik (akan masuk) ke neraka Jahannam; mereka kekal di dalamnya. Mereka itu adalah seburuk-buruk makhluk.  al-Bayyinah/98 : 6).

 

 

Sementara itu,  dengan kufur kecil menyebabkan pelakunya tidak mesti masuk neraka, tetapi tetap memperoleh balasan siksa dari Allah, demikian pendapat para ulama. Ayat yang dijadikan argumen bahwa kufur kecil, seperti kufurnni’mah tetap disiksa adalah QS. Ibrahim/14 : 7 di atas.

b.Kufur besar, statusnya berada di luar Islam, sedang kufur kecil statusnya masih berada dalam Islam.

c. Kufur besar bersemayam di hati, kufur kecil bersemayam pada amal perbuatan.

 

  1.   Macam-Macam atau Penyebab Kufur Besar:
    1. kufur karena berdusta, Demikian Alquran menyatakan:

 

Artinya:

Dan siapakah yang lebih zalim daripada orang-orang yang mengada-adakan kedustaan terhadap Allah atau mendustakan yang hak tatkala yang hak itu datang kepadanya? Bukankah dalam neraka Jahannam itu ada tempat bagi orang-orang yang kafir(QS. al-‘Angkabut/29 : 68).

 

  1. Kufur karena ragu, demikian Alquran menjelaskan:

 

 

 

 

Artinya:

Dan aku tidak mengira hari kiamat itu akan datang, dan jika sekiranya aku kembalikan kepada Tuhanku, pasti aku akan mendapat tempat kembali yang lebih baik dari pada kebun-kebun itu.” Kawannya (yang mukmin) berkata kepadanya – sedang dia bercakap-cakap dengannya: “Apakah kamu kafir kepada (Tuhan) yang menciptakan kamu dari tanah, kemudian dari setetes air mani, lalu Dia menjadikan kamu seorang laki-laki yang sempurna? etapi aku (percaya bahwa): Dialah Allah, Tuhanku, dan aku tidak mempersekutukan seorangpun dengan Tuhanku. (QS. al-Kahfi/18 : 35-38).

 

c.Kufur I’rad, yaitu berpaling dari kebenaran. Demikian Alquran menyatakan:

 

Artinya:

Kami tiada menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada antara keduanya melainkan dengan (tujuan) yang benar dan dalam waktu yang ditentukan. Dan orang-orang yang kafir berpaling dari apa yang diperingatkan kepada mereka (QS. al-Ahqaf/46 : 3).

 

d.Kufur nifaq/munafiq. Demikian Alquran menjelaskan:

 

Artinya:

Yang demikian itu adalah karena bahwa sesungguhnya mereka telah beriman, kemudian menjadi kafir (lagi) lalu hati mereka dikunci mati; karena itu mereka tidak dapat mengerti (QS. Munafiqun/63 : 3).

 

Jika seseorang mati masih dalam keadaan kufur besar, dia tidak terampuni,     demikian antara lain Allah berfirman:

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Artinya:

Hanya kepadaNyalah kamu semuanya akan kembali; sebagai janji yang benar dari pada Allah, sesungguhnya Allah menciptakan makhluk pada permulaannya kemudian mengulanginya (menghidupkannya) kembali (sesudah berbangkit), agar Dia memberi pembalasan kepada orang-orang yang beriman dan yang mengerjakan amal saleh dengan adil. Dan untuk orang-orang kafir disediakan minuman air yang panas dan azab yang pedih disebabkan kekafiran mereka (QS. Yunus/10

e. Dengan kufur besar darah dan hartanya halal dan tidak berhak atas waris-mewarisi.Demikian hadis Rasulullah

لا يرث المسلم الكافر ولا يرث الكافرالمسلم (رواه احمد عن اسامه بن زيد)

 (Tidak boleh seorang muslim mewarisi orang kafir, dan (sebaliknya) tidak boleh orang kafir mewarisi seorang muslim – Hadis riwayat Ahmad dari Usamah bin Zaid

 

  1. 4.         Macam-macam Kufur Kecil
    1. Kufur ni’mah, demikian Alquran menyatakan:

 

Artinya:

Dan Allah telah membuat suatu perumpamaan (dengan) sebuah negeri yang dahulunya aman lagi tenteram, rezkinya datang kepadanya melimpah ruah dari segenap tempat, tetapi (penduduk)nya mengingkari nikmat-nikmat Allah; karena itu Allah merasakan kepada mereka pakaian kelaparan dan ketakutan, disebabkan apa yang selalu mereka perbuat.(QS. an-Nah}l/16 : 112).

 

 

  1. Meninggalkan salat, demikian Alquran menyatakan:

Artinya:

Mereka menukarkan ayat-ayat Allah dengan harga yang sedikit, lalu mereka menghalangi (manusia) dari jalan Allah. Sesungguhnya amat buruklah apa yang mereka kerjakan itu. (QS. at-Taubah/9 : 11).

 

Sementara itu, dengan kufur kecil menyebabkan pelakunya tidak mesti masuk neraka, tetapi tetap memperoleh balasan siksa dari Allah, demikian pendapat para ulama. Ayat yang dijadikan argumen bahwa kufur kecil, seperti kufurnni’mah tetap disiksa adalah QS. Ibrahim/14 : 7 di atas (sub bab macam-macam kufur)         Akan tetapi,  jika mati dalam keadaan kufur kecil, ia mungkin tetap disiksa atau diampuni.Demikian antara lain Alquran menjelaskan:

 

 

Artinya:

Kepunyaan Allah-lah segala apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Dan jika kamu melahirkan apa yang ada di dalam hatimu atau kamu menyembunyikan, niscaya Allah akan membuat perhitungan dengan kamu tentang perbuatanmu itu. Maka Allah mengampuni siapa yang dikehendaki-Nya dan menyiksa siapa yang dikehendaki-Nya; dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu (QS. Al-Baqarah/2 : 284).

 

  1. Mendatangi peramal dan mengikuti nasihatnya. Dalam hal ini Nabi bersabda:

 

من اتى عرافا فصدقه بما يقول فقد كفر بما انزل على محمد صلى الله عليه وسلم (رواه احمد عن الحسن)

Artinya:

Barang siapa mendatangi orang pintar/dukun peramal, lalu ia percaya pada ucapannya, maka ia telah kafir kepada apa yang telah diturunkan kepada Muhammad Saw. ( HR. Ahmad dari Hasan).

 

  1. Bersumpah kepada selain Allah. Dalam hal ini Nabi Saw bersabda:

 

من حلف بغير الله فقد كفر او اشرك (رواه ابو داود عن ابن عمر)

Artinya:

Barang siapa bersumpah dengan nama selain Allah berarti ia telah kafir atau musyrik ( HR. Abu Dawud dari Ibnu Umar).

 

  1. C.     Syirik

 

  1. 1.      Pengertian dan Macam-macamnya
  2. 2.       

Syirik berarti sekutu atau persekutuan. Secara praktis adalah menyamakan yang selain Allah kepada Allah, Allah diyakini ,e,iliki sekutu. Orang bertuhan kepada selain adalah mustrik karena menyekutukan Allah. Orang menyembah dan meminta tolong kepada Allah dan yang selainnya juga termasuk kategori musyrik. Contohnya adalah memohon kepada Allah dengan menggunakan perantara seperti roh-roh yang diyakini sebagai wali. Syirik dapat dibagi menjadi 3 macam, yaitu:

a. Syirik rububiyyah umpama memohon rezeki kepada selain selain Allah, seperti praktik pesugihan: babi ngepet, Nyai Blorong, Nyai Roro Kidul, Belang Jimbung, Kandang Bubrah, Thuyul, butho ijo, Dewi Lanjar, Prostitusi yang belum saling mengenal sebelumnya di Gunung Kemukus di Kedunguter Kecamatan Kemiri Kabupaten  Sragen Jawa Tengah, persembahan kepada Mbah Jugo di Gunung Kawi Blitar Jawa Timur, membawa batu kerikil yang mestinya untuk melempar Jumrah di Makkah al-Mukarramah, Berdoa mohon rezeki di bawah talang emas di Ka’bah di Makkah al-Mukarramah, berdoa memohon rezeki di pasar seng di Makkah al-Mukarramah, dan masih banyak jenisnya lagi.

b. Syirik uluhiyyah,  di samping taat dan patuh kepada Allah juga taat dan patuh   kepada selain Allah, demikian Alah berfirman:

 

 

Artinya:

Dan mereka menyembah selain daripada Allah apa yang tidak dapat mendatangkan kemudharatan kepada mereka dan tidak (pula) kemanfaatan, dan mereka berkata: “Mereka itu adalah pemberi syafa’at kepada kami di sisi Allah.” Katakanlah: “Apakah kamu mengabarkan kepada Allah apa yang tidak diketahui-Nya baik di langit dan tidak (pula) dibumi?Maha Suci Allah dan Maha Tinggi dan apa yang mereka mempersekutukan itu(QS. Yunus/10 : 18).

 

c. Syirik asma’ wa sifat, yaitu menyamakan sifat-sifat Alah dengan sifat-sifat makhluk. Kelompok  yang menyamakan sifat Allah dengan sifat-sifat mekhluk disebut kelompok antropomorfisme atau mujassimat (berjisim, berbadan, berbentuk, dan berkeluasan), umpama Allah itu memiliki wajah, memiliki tangan, memiliki kaki, dan memiliki anggota tubuh lainnya. Jika ada ayat yang mengesankan Allah itu memiliki tangan, kaki, wajah dst, maka ayat-ayat itu ditakwil, umpama Allah memiliki tangan, yang dimaksud dengan tangan adalah kekuasaan. Allah memiliki wajah, maksudnya adalah Dzat. Allah memiliki kaki, maksudnya adalah kekuasaan. Dan Allah menggenggam bulan dan matahari, maksudnya adalah bulan dan matahari iu ada dalam kekuasaan Allah.

Syirik juga dapat dibagi menjadi tiga dengan cara lain, yaitu: (a) syirik besar, menyembah kepada selain Allah seperti kepada Nabi, Malaikat, Manusia, patung, atau benda, (b) Syirik kecil, yaitu menyamakan sesuatu dengan Allah dalam bentuk perkataan dan perbuatan, umpama takabbur (sombong), riya’ (pamer), ’ujuub (berbangga diri sambil sambil heran akan kemampuan yang ada pada dirinya), sum’ah (mencari popularitas), bakhil (kikir), dll., (c) Syirik tersembunyi. Syirik ini sebenarnya dapat digolongkan dengan syirik kecil.

 

  1.    Perbedaan syirik kecil dan besar.

 

  1.                          a.      Syirik besar menyebabkan pelakuknya keluar dari Islam, sedang syirik kecil tidak menyebabkan pelakunya keluar dari Islam
  2.                         b.      Syirik besar membatalkan seluruh amal pelakunya, sedang syirik kecil hanya membatalkan amal yang tercmpur dengan syirik kecil, umpama sedekah dengan disertai pamer.
  3.                          c.      Syirik besar menyebabkan pelakuknya kekal di neraka, syirik kecil ada peluang untuk dientaskan dari neraka
  4.                         d.      Syirik besar tidak memperoleh peluang terampuni, syirik kecil ada peluang untuk diampuni.

 

  1. Macam-macam syirik besar:

 

  1.                          a.                  Syirik dalam berdoa, demikian pernyataan Alquran:

 

Artinya:

Maka apabila mereka naik kapal mereka mendoa kepada Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya, maka tatkala Allah menyelamatkan mereka sampai ke darat, tiba-tiba mereka (kembali) mempersekutukan  – Allah(QS al-‘Angkabut/29 : 65).

 

  1.                               b.            Syirik dalam niat, yaitu melakukan sesuatu bukan karena Allah, demikian penjelasan Alquran:

 

 

 

Artinya:

Barangsiapa yang menghendaki kehidupan dunia dan perhiasannya, niscaya Kami berikan kepada mereka balasan pekerjaan mereka di dunia dengan sempurna dan mereka di dunia itu tidak akan dirugikan. Itulah orang-orang yang tidak memperoleh di akhirat, kecuali neraka dan lenyaplah di akhirat itu apa yang telah mereka usahakan di dunia dan sia-sialah apa yang telah mereka kerjakan(QS.Hud/11 : 15-16)

 

  1.                                c.            Syirik dalam ketaatan, demikian Alquran enyatakan:

 

 

 

 

 

Artinya:

Mereka menjadikan orang-orang alimnya dan rahib-rahib mereka sebagai tuhan selain Allah dan (juga mereka mempertuhankan) Al Masih putera Maryam, padahal mereka hanya disuruh menyembah Tuhan yang Esa, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia. Maha suci Allah dari apa yang mereka persekutukan(QS. at-Taubah/9 : 31).

 

  1.                               d.             Syirik mahabbah, demikian Alquran menyatakan:

Artinya:

Dan diantara manusia ada orang-orang yang menyembah tandingan-tandingan selain Allah; mereka mencintainya sebagaimana mereka mencintai Allah. Adapun orang-orang yang beriman amat sangat cintanya kepada Allah. Dan jika seandainya orang-orang yang berbuat zalim itu[106] mengetahui ketika mereka melihat siksa (pada hari kiamat), bahwa kekuatan itu kepunyaan Allah semuanya, dan bahwa Allah amat berat siksaan-Nya – niscaya mereka menyesal)(QS. al-Baqarah/2 : 165)

 

  1.                                e.            Syirik dalam rasa takut, demikian Allah berfirman:

 

 

Artinya:

Sesungguhnya mereka itu tidak lain hanyalah syaitan yang menakut-nakuti (kamu) dengan kawan-kawannya (orang-orang musyrik Quraisy), karena itu janganlah kamu takut kepada mereka, tetapi takutlah kepadaKu, jika kamu benar-benar orang yang beriman.(QS. Al Imran/3 : 175).

 

  1.                                 f.            Syirik dalam tawakkal, demikian Alquran menyatakan:

 

Artinya:

Dan bertawakkallah kepada Allah yang hidup (kekal) Yang tidak mati, dan bertasbihlah dengan memuji-Nya. Dan cukuplah Dia Maha Mengetahui dosa-dosa hamba-hamba-Nya(QS. al-Furqan/25 : 58)

 

Dan

 

 

Artinya:

. . . Sebab itu janganlah kamu takut kepada mereka dan takutlah kepada-Ku. Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku. . .  (al-Maidah/5 : 23).

 

  1. Macam-macam syirik kecil:
  1.                                a.            Syirik lahiriyyah dalam bentuk perkataan dan perbuatan seperti bersumpah dengan selain Allah
  2.                               b.            Syirik tersembunyi, umpama pamer atas kelebihan yang dimiliki dibanding dengan orang
  1. Nifaq
    1. Arti asal nifaq adalah salah satu lubang tempat keluarnya yarbu’ (hewan sejenis tikus) dari sarangnya, atau lobang tempat bersembunyi. Secara prkatis lahiriah beriman, tetapi batiniaynya kafir.
    2. Nifaq ada dua macam, yaitu (a) nifaq I’tiqadi (munafiq dalam keyakinan). Profilnya beramal seperti orang Islam, tetapi batinnya kufur, umpama seseorang melakukan salat supaya gadis yang dipinang percaya bahwa dirinya muslim, padahal imannya secara non muslim. Pemuda non muslim meminang gadis muslim. Ia mau menyatakan konversi ke dalam Islam hanya supaya diijabkan dengan gadis yang diperistri. Ketika maksudnya sudah tercapai, ia kembali seperti agama semula. Di Jawa tengah, kasus ini seringterjadi. Mereka itulah orang munafiq.  (b) nifaq ‘amali (munafiq dalam praktik), umpama ketika dipercaya ia berkhianat, ketika berbicara ternyata berbohong, ketika berjanji ternyata mengingkarinmya, dan ketika bertengkar selalu berkata kotor (HR, muttafaq ‘alaih).
  2. Riddah

Arti asal riddah adalah kembali. Secara praktis adalah seseorang yang semula berkeadaan non Islam, setelah itu beragama Islam, kemudian kembali menjadi non muslilm; atau keluar dari Islam. Bentuk-bentuk ridah:

  1. Mencaci Allah, Rasul, atau Malaikat, mengaku menjadi Nabi atau percaya kepada orang yang mengaku menjadi Nabi setelah risalah Muhammad Saw. Dari batasan ini dapat diterapkan untuk menganalisis kaum Ahmadiyah dan pendirinya Mirza Ghulam Ahmad, Mushadiq dan pera pengikutnya yang menamakan diri kelompok al-Qiyadah, Lia Eden dan para pengikutnya adalah orang-orang murtad dari Islam karena mengaku dan mempercayai manusia sesudah Nabi Muhammad sebagai Nabi. Malaikat dijadikan khadam (pembantu) supaya dirinya kebal senjata api, senjata tajam, maupun senjata tumpul, hakikatnya adalah murtad karena Malaikat itu adalah makhluk Allah yang suci dan diberi tugas khusus oleh Allah dan hanya Allah saja yang berhak meerintah Malaikat. Orang yang mengaku memiliki khadam Malaikat, sebenarnya pasti jin atau anak buah Iblis. Malaikat tidak serendah itu menjadi khadam manusia.
  2. Riddah perbuatan, seperti menyembah patung, pohon, keris untuk domintai berkahnya. Secara empiris, bisa saja keris memiliki kekuatan tertentu dan didambakan oleh pemiliknya sebagai ‘piandel’ (yang diandalkan), tetapi hendaklah disadari bahwa kekuatan yang ada pada keris itu pastilah jin, syetan atau anak buah Iblis. Dengan demikian, berbagai keperluan dengan mengandalkan kekuatas itu jelas menjadikan dirinya keluar dari Islam. Orang mengaku Islam kalau hanya mengandalkan kekuatan dari Allah.Itulah yang dimaksud ”Allaah ash-Shamad” (Allah sebagai tempat bergantung segala sesuatu – QS. Al-Ikhlash/112 :2).
  3. Riddah dengan keyakinan seperti mengatakan bahwa zina, homoseks, khamer adalah halal. Kaum Jaringan Liberalis Islam seperti Sumanto Daruquthni dan kawan-kawannya termasuk murtad (keluar) dari Islam karena berpendapat homoseksual dan lesbian,
  4. Ridah karena keraguan, seperti mengatakan pendita, pastor yang tampak sangat humanis rasanya tidak mungkin masuk neraka, seperti pemikir Ahmad Wahib. Ia mengatakan Rama Mangun Widjaja seorang Pastor yang dinilai sangat humanis pasti masuk surga.  Dawam Rahardjo. – Status riddah adalah keluar dari Islam. Mereka diminta untuk bertaubat nasuha, kembali ke dalam Islam untuk selamanya, jangan pernah mati bukan dalam keadaan non muslim. Deimikan perintah tegas Allah supaya mati dalam keadaan Islam:

 

 

 

 

Artinya:

Dan Ibrahim telah mewasiatkan ucapan itu kepada anak-anaknya, demikian pula Ya’qub. (Ibrahim berkata): “Hai anak-anakku! Sesungguhnya Allah telah memilih agama ini bagimu, maka janganlah kamu mati kecuali dalam memeluk agama Islam (QS. Al-Baqarah/2 : 132).

 

  1. Jika tidak mau bertaubat

1). dapat/diperbolehkan dibunuh. Dalam Hal ini Nabi bersabda:

 وابو داود) من بدل دينه فاقتلوه (رواه البخارى

       Artinya

(Barang siapa mengganti agamanya, maka bunuhlah dia – HR. al-Bukhari).

 

2). Terputus hak waris-mewariskan dengan orang Islam

3). Jika mati masih dalam keadaan riddah tidak berhak untuk dishalati..

  1. F.      Bid’ah

Arti asal bid’ah adalah membuat sesuatu yang baru tanpa ada contoh sebelumnya.

Arti praktis bid’ah adalah menciptakan sesuatu ibadah yang belum dicontohkan oleh Rasulullah. Dalam hal ini Rasulullah bersabda:

من احدث فى امرنا هذا ما ليس منه فهو رد (متفق عليه): من عمل عملا ليس عليه امرنا فهو رد (متفق عليه)

Artinya:(Barang siapa yang membuat sesuatu yang baru dalam urusan agama kita ini yang bukan darinya (Alquran dan Assunnah) maka dia adalah tertolak – HR, Muttafaq ‘alaih; Barang siapa melakukan amalan yang tidak ada padanya urusan agama kita maka ia tertolak – HR. Muttafaq ‘alaih

 

  1. Macam-macam Bid’ah:
  1.                          a.      Bid’ah qauliyyah, seperti mengatakan bahwa ibadahnya yang paling benar, selainnya salah padahal tidak ada contohnya dari Nabi, contohnya mengatakan bahwa dalam berjanjen posisi srakal ruh Nabi hadir di tengah-tengah lingkaran pembaca berjanjen tersebut  untuk memberi berkah.,
  2.                         b.      Bid’ah dalam beribadah, seperti salat dua rakaat utnuk menghibur orang yang baru saja meninggal sebelum dikuburkan

 

  1. G.    Sihir
    1. Secara praktis, sihir adalah mejik (magic), seperti santet, teluh, tenung, nuju, brojo, aji-aji, pengasihan, pelarisan, rajah, jimat, haikal, hizib, wifiq, ramal, dan petung (numerlogi), hipnotis, telepati,
    2. Sihir termasuk dosa besar dan bisa mengarah kepada kemusyrikan karena ber-istikhdam kepada selain Allah.
    3. H.    Khurafat

Arti praktis khurafat adalah berkeyakinan terhadap sesuatu yang tidak ada dasarnya dari ajaran agama Islam, contohnya orang Islam percaya bahwa ari-ari bayi yang ditanam di depan rumah supaya diberi lampu penerang di malam hari, dan supaya dikurung agar tidak dimangsa oleh Bethara kala. Orang Islam tidak berani berkorban sapi untuk udhiyyah karena akan memperoleh kecelakaan, tidak berani menikahkan pengantin anaknya di bulan Syura karena takut penggantinnya akan memperoleh kecelakaan dan diganggu oleh Lampor, anak buah Nyai Roro Kidul, berpuasa pada tanggal 10 Muharram mendapatkan pahala sama dengan puasa satu tahun penuh, menggunakan akik tertentu bisa menyukupi kebutuhan atau keperluannya, sendang tertentu yang dikeramatkan memiliki khasiat  sesuaai kehendak orang yang memakainya, dalam sedekah bumi harus wayangan (menanggap pentas wayang kulit semalam suntuk, dan masih banyak lagi kepercayaan-kepercayaan local yang diyakini untuk diindahkan dan tidak berani untuk dilanggar.

 

  1. I.       Penutup

Semoga kita selamat dari kerusakan-kerusakan tauhid, dan memiliki kekebalan iman karena senantiasa menghindari hal-hal yang merusak iman; amin, yaa Rabbal’aalamiin. Wallahu a’lamu bi ash-shawaab.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Referensi

 

Al-Qur’an al-Karim

 

Abd al-Baqi, Ahmad Fuad, Al-Lu’lu’u wa al-Marjan. Beirut: Dar al-Fikr, [t.th.].

 

Danusiri, (et.all.), Pendidikan Agama Islam. Semarang: Universitas Dian Nuswantoro          Press, 2007.

 

Jaiz, Hartono, Mengkritisi Debat Fikih Lintas Agama, Jakarta: Pustaka al-Kautsar,                        2004.

 

. . . . ., Bunga Rampai Penyimpangan Agama di Indonesia, Jakarta: Pustaka al-Kautsar,    2007.

. . . . .  Nabi-Nabi Palsu dan Penyesat Umat. Jakarta: Pustaka al-Kautsar, 2008.

 

Mahasri Shobahiyah dan Imraon Rosyadi (et.all), Studi Islam I, Surakarta: UMS Press\,        2004

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>