Merawat Jenazah

DASAR-DASAR NGRUKTI JENAZAH

Oleh: M. Danusiri

Disampaikan dalam pelatihan merawat jenazah kerja sama antara Unimus dan Pengurus Ta’mir Masjid Kinibalu RW 2 Kel Tandang, Kec Tembalang, Semarang, 25 Juni 2010

1. Hak antar sesama Muslim Muslim

Rasulullah Saw. Bersabda:

  قال رسول الله صل الله عليه وسلم: المسلم على المسلم ستة المعروف.

يسلم عليه إذا لقيته ويجيبه إذا دعا ويشمته إذا عطش ويعوده إذا مرض

ويتبع جنازته  إذا ما ت  ويحب له  ما يحب لنفسه{رواه  ابن ماجه عن

 على} ولفط اخر: ويشهده إذا ما ت {رواه  ابن ماجه عن  ابن مسعود}

 

Artinya:

Rasulullah saw bersabda: Sesuatu yang baik antara muslim yang satu dengan

yang lainnya ada 6 hal: memberi salam ketika bertemu, menjawab ketika diundang, bertasymid ketika bersin, membesuk ketika sakit,  mengantar jenazah ketika meninggal, dan mencintai kepadanya sebagaimana mencintai dirinya sendiri (HR. Ibnu Majah dari Ali. Dalam lafal lain menyaksikannya ketika (saudaranya – sesama muslim) meninggal. HR. Ibnu Majah dari Ibnu Mas’ud).

2. Menalqin sesama muslim ketika ia dalam posisi naza’(sakaratul maut).

Rasulullah saw bersabda:

 قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : لقنوا موتا كم: لا إله إلا الله{رواه

 ابن ماجه عن ابى هريرة}

 Rasulullah saw bersabda: tuntunlah orang yang matimu (naza’) dengan kalimat    Laa ilaaha ila-llaah (HR. Ibnu Majah dari Abi Hurairah).

3. Apabila ada orang meninggal diantara kita sesama muslim, hendaklah berkata            yang baik. Rasulullah bersabda:

 إذا حضرتم المريض او الميت فقولوا خيرا. فإن الملئكة يؤمنوا على ما

 تقولون {رواه ابن ماجه عن أم سلمة}

Artinya:

Rasulullah saw bersabda: Apabila kamu menghadiri orang sakit atau meninggal dunia, maka berkatalah yang baik (tentangnya). Maka sesungguhnya para malaikat mengamini apa yang kamu ucapkan. (HR. Ibnu  ajah dari Ummu Salamah).

Salah satu ucapan baik itu adalah sebagaimana tuntunan Rasulullah saw:

 قال اللهم اغفرلى وله واعقبنى منه عقبى حسنة {رواه ابن ماجه عن

 ابو سلمة}

 Artinya:

Rasulullah saw bersabda: berdoalah (yang artinya) Ya Allah ampunilah aku dan dia dan baguskanlah kepadaku  sepeinggal darinya suatu kebaikan  (HR. Ibnu Majah dari Abu Salamah).

4. Menangisi Orang Mati, Rasulullah saw bersabda:

 عن أسامة ابن زيد رضي الله عنهما: قال:أرسلت  أبنة النبي  صلى الله

عليه وسلم إليه, إن إبنا لى قبض فأ تنا, فارسل يقرئ السلام ويقول: إن

لله ما اخذ وله ما أعطى, وكل عنده  بأجل مسمى , فلتصبر  والتحتسب.

 فارسلت إليه, تقسم عليه  لييأتينها: فقام ومعه  سعد ابن عبادة, ومعاذبن

جبال,  وأبي ابن كعب,  وزيدابن  ثابت, ورجال:  فرفع  إلى رسول الله

صلى الله عليه وسلم  الصبي  ونفسه نتقعقع  كأنها  شن,  ففاضت  عيناه

. فقال  سعد   يا رسول الله.  ما هذا ؟  فقال: هذه  رحمة:  جعلها الله  فى

قلوب  عباده, وإنما  يرحم الله  من عباده  الرحماء {منفق  عليه}

 Artinya: Usamah bin Zaid berkata: Putri Nabi menyuruh pembantunya memberi tahu Nabi saw. Bahwa putranya sakit hampir meninggal supaya datang, maka Nabi menyuruh kembali pembantu itu dengan menyampaikan salam dan bersabda: sesungguhnya  hak Allah, Dia yang memberi, Dia pula yang mengambil,  dan semuanya itu dengan ajal yang tertentu, karena itu hendaklah sabar dan mengharapkan pahala. Maka pembantu itu dikirim kembali kepada Nabi saw. Demi Allah diminta kedatangan Nabi saw.kepadanya. Maka berdirilah Nabi, bersamanya: Sa’ad bin Ubadah, Mu’adz bin Jabbal, Ubayyi bin Ka’ab, Zaid bin Tsabit, dan beberapa orang lainnya. Kemudian bayi yang sakit itu diserahkan kepada Nabi saw. Sedang nafas sudah naik turun. Tiba-tiba air mata Nabi jatuh.  Maka kemudian ditegur oleh Sa’ad, Ya Rasulullah, apakah Itu ? Jawab Nabi: ini rahmat, diletakkan Allah hanya akan memberi rahmat kepada hamba-hamba-Nya yang belas kasih (Muttafaqun ‘alaih).

5. Sabar ketika ada musibah kematian, Suatu kejadian menyebutkan

 مر النبي  صل الله عليه وسلم  بامراة  تبكى  عند قبر, فقال:  إتقى الله

واصبرى , قالت: إليك عنى, فإنك لم تصب بمصيبتى ولم  تعرفه. فقيل

 لها إنه النبي صلى الله عليه وسلم فأتت باب النبي صلى الله عليه وسلم

 فلم تجد عنده بوابين, فقالت: لم اعرفك  فقال: إنما الصب عند الصدامة

الاولى

Artinya:

Nabi saw  melihat wanita sedang menangis di kubur, maka ia diperingatkan oleh Nabi saw. Bertakwalah kepada Allah dan bersabarlah !jawab wanita itu: enyahlah kau dariku ! engkau tidak merasakan bagaimana musibah (Engkau tidak menerima bala’ku). Wanita itu tidak mengetahui. Tiba-tiba diberi tahu: yang memberi nasihat kepadamu itu Nabi saw. Maka ia segera bangun dan menuju ke rumah Nabi saw. Karena tidak ada penjaga pintu, maka ia langsung masuk dan berkata: Ya Rasulullah, aku tidak mengenalmu, yakni meminta maaf atas perkataannya tadi. Maka sabda Nabi saw. Sabar itu hanya pada saat pukulan pertama (hari pertama tibanya bala’- HR. Muttafaqun ‘alaih).

6. Orang mati itu tersiksa karena tangisan keluarga, Rasulullah bersabda:

 عن عمر عن النبي صلى الله عليه وسلم: الميت يعذب فى قبره بما نيح

  عليه

    Artinya:

Dari Umar Ra. Dari Nabi saw. Beliau bersabda: orang mati akan tersiksa karena tangisan (ratapan) keluarganya, menurut kalimat-kalimat ratapan itu (Muttafaqun alaih).

7. Ancaman bagi peratap orang mati, Suatu peristiwa demikian:

 عن عائشة قالت:  لما جاء النبي  صلى الله عليه وسلم  قتل  ابن حارثة

وجعفر  وابن  رواحه  جلس  يعرف فيه  الحزن, وأنا أنظر  من صائر

الباب, شق الباب. فأتاه رجل فقال: انههن فأمره أن ينههن فذهب ثم

أتاه  الثانية, لم  يطعنه, فقال:  انههن . فأتاه  الثالثة, قال: والله  غلبننا يا

رسول الله . فزعمت أنه قال: فا حث فى افواههن التراب . فقلت  ارغم

الله أنفك, لم تفعل ما  أمرك رسول الله صلى الله  عليه وسلم.  ولم تترك

 رسول الله  صلى الله عليه وسلم من العناء

Artinya:

‘Aisyah Ra. Berkata: ketika berita sampai kepada Nabi saw terbunuhnya Zaid bin Haritsah, Ja’far bin Abi thalib, dan Abdullah bin Abi Rawahah, Rasulullah duduk berduka cita, sedang aku melihatnya dari celah-celah pintu.Tiba-tiba datang memberi tahu bahwa wanita-wanita telah menangisi Ja’far, maka Nabi menyuruhnya supaya melarang mereka. Tetapi ia kembali untuk yang kedua, dan  berkata: sudah aku larang tetapi mereka tidak menuruti aku. Lalu ia diperintah kembali supaya melarang mereka, tetapi ia kembali berkata: mereka dapat mengalahkan aku ya Rasulullah ! untuk yang ketiga kalinya. Aku menduga bahwa Nabi saw bersabda: lemparkan tanah di mulut mereka, yaitu supaya berhenti menangis. ‘Aisyah berkata kepada pesuruh itu: Engkau tidak dapat melaksanakan perintah Nabi saw, dan tidak membiarkan Nabi saw beristirahat dari lelahnya (Muttafaqun ‘alaih).

Lanjutan hadis itu  dalam lafal lain Rasulullah menuntun doa kepada yang menangis itu dengan doa sebagai berikut:

 اللهم اجرنى فى مصيبتى واخلفلى خيرا منها

 

Artinya: Ya Allah Berilah pahala atas musibahku ini dan berilah ganti untuk yang lebih baik darinya.

Dalam sejarah disebutkan mereka mendapat suami lagi dan memang lebih bagus daripada mantan-mantannya.

Dalam hadis lain disebutkan para wanita berbaiat masuk Islam. Oleh Nabi dijanji supaya tidak meratap dan menangis ketika tertimpa  musibah kematian keluarganya. Umumnya para wanita itu tidak bisa melaksanakan kecuali:  Ummu Sulaim, Ummu al-“ala’, Putri Subramah istri Mu’adz,dua orang wanita, wanita lain,  (Muttafaqun ‘alaih).

8. Memandikan Jenazah,  Penuturan Ummu ‘Athiyyah al-Anshari sebagai berikut:

 دخل علينا رسول الله  صلى الله  عليه  وسلم  حين  توفيت  إبنته  فقال:

اغسلنها ثلاثا او خمسا او اكثر من ذالك, إن رأيتن  ذالك, بماء  وسدر,

واجعلنا فى الاخرة كافورا او شيئا من كافور, فإذا  فرغتن فاذننى. فلما

اذ ناه,  فاعطانا حقوه  فقال: أشعرنها   إياه  تعنى  إزاره.  ولفظ الاخر:

اغسلنها وترا.

   Artinya:

Rasulullah masuk ke tempat kami ketika putrinya meninggal, lalu bersabda: mandikan ia tiga kali, lima kali atau lebih banyak dari itu jika kalian menganggap perlu yang demikian itu dengan air dan daun bidara, dan yang akhir dengan kapur barus, atau sesuatu sejenis kapur barus. Jika telah selesai beritahukan kepadaku. Maka setelah selesai kami beritahukan kepadanya. Lalu beliau memberikan sarungnya kepada kami, sambil bersabda: pakaikan sarung ini kepadanya (Muttafaqun ‘alaih). Dalam lafal lain mandikan kepadanya ganjil. (HR. Abu Ayyub dari Bukhari dan Muslim).

9.Cara Memandikan jenazah: Hadis Nabi Nabi menyebutkan:

 حديث أم عطية رضي الله عنها, قا لت: لما غسلنا بنت النبي صلى الله

عليه وسلم قال لنا ونحن نغسلها: ابدأن بميامنها ومواضع الوضوء منها

 Artinya:

Ummu ‘Athiyyah berkata: Ketika kami memandikan putri Nabi saw,  beliau bersabda kepada kami: Dahulukan sebelah kanannya dan anggota wudlunya (Muttafaqun alaih).

10. Mengafani Mayyit

Disebutkan dari Khabab bahwa temannya, Mus’ab bin Umair meninggal. Ketika itu tidak ada kain kafan. Yang ada hanya selembar selimut. Jika ditutupkan pada kepala, kakinya kelihatan, dan jika ditutupkan pada kaki, kepalanya kelihatan. Kemudian:

 . . . فأمر النبي صلى الله عليه وسلم ان نغطي رأسه وأن نجعل على

رجليه من الاذخير

Artinya: Maka Nabi saw menyuruh kami menutupkan kepalanya dan menaburkan bunga idzkir di kakinya (Muttafaqun ‘alaih dari Khabab).

Kafan Standar

 حديث عائشة رضي الله عنها, أن رسول الله صلى الله عليه وسلم كفن

فى ثلاث أثواب يمانية بيض  سحولية  من كرسف  ليس فيهن  قميص

ولا عمامة

Artinya:

‘Aisyah berkata: Rasulullah saw dikafani dengan tiga helai  kain putih Yaman yang dipintal dengan halus terbuat dari kapas (katun), tidak memakai gamis dan serban (Muttafaqun ‘alaih dar “Aisyah).

11. Menutupi Orang Mati, Peristiwa wafatnya Rasulullah disebutkan:

 حديث  عائشة  رضي الله عنها,  زوج النبي  صلى الله عليه وسلم, أن

رسول  الله  صلى  الله  عليه  وسلم  حين   توفي  سجي  ببردة  حبرة

Artinya:

Rasulullah saw ketika wafat ditutupi dengan burdah (serban, selimut) bergaris-garis buatan Yaman (Muttafaqun ‘alaih).

12. Menyegerakan penguburan Jenazah, Rasulullah bersabda (memerintahkan)   sebagai berikut:

 أسرعوا بالجنازة, فإن تك صالحة فخير تقدمونها, وإن يك سوى ذالك,

فشر تضعونه عن رقابكم {متفق عليه عن ابى هريرة}

 Segerakanlah penguburan jenazah. Jika ia baik, maka baiklah yang kamu ajukan. Jika selain itu, maka kejahatan yang kamu turunkan dari bahumu (Muttafaqun ‘alaih).

13. Menyalati Jenazah

 حديث جابر رضي الله عنه, أن النبي صلى الله عليه وسلم صلى على

الصامة النجاشى  فكبر أربعا

Artinya:

Jabir Ra berkata: Nabi saw ketika menyalatkan raja as-Shamah an-Najasyi bertakbir empat kali (Muttafaqun ‘alaih dari Jabir).

Anak  Keguguran, Rasul Bersabda:

 السقط يصلى عليه ويدعى لوالديه بالعافية والرحمة

Anak yang gugur dari perut ibunya dishalatkan dan didoakan untuk kedua ibu bapaknya dengan ‘afiat (kesehatan) dan  kasih sayang (HR. Ahmad dari Abu Dawud).

Syahid, Orang mati syahid, tidak dishalatkan, Rasul bersabda:

 إن الشهداء أحد لم يغسلوا ود فنوا بدمائهم ولم يصل عليهم

Sesungguhnya syuhada’ Uhud tidak dimandikan, mereka dikebumikan beserta   darahnya dan tiada dishalatkan (HR. Ahmad dari Abu Dawud dan Turmudzi).

Bunuh diri, tidak perlu dishalatkan, Rasul bersabda:

  رجلا قتل نفسه بمشاقصيه  فلم يصل عليه النبي صلعم  إن

 Bahwa seorang laki-laki membunuh dirinya dengan anak panah, maka Rasulullah tidak menyalatinya (HR. Abu Dawud, an-Nasai, dan Ibnu Majah dari Ibnu Jabir bin Samurah).

Shalat Ghaib, Rasul bersabda:

 توفي  اليوم  رجل  صالح  من  الحبشى  فهلموا  فصلوا عليه  فصففنا

خلفه  فصلى  رسول الله  عليه  ونحن  صفوف

Artinya:

Telah meninggal pada hari ini seorang shalih bangsa Habsyi, maka marilah kita shalat untuknya ,(Jabir berkata)  karena itu berbarislah di belakang beliau. Beliau bershalat untuknya, sedang kami bershaf-shaf di belakangnya (HR. al-Bukhari dan Muslim dari Jabir)

Jarak satu bulan dari kematian masih bisa shalat ghaib.

 إن أم سعد  ماتت والنبي صلى  الله عليه  وسلم  غائب  فلما قدم

صلى عليها  وقد  مضى  لذالك  شهر

Artinya:

Sesungguhnya Ummu Sa’ad meninggal dunia, sedang Nabi tak berada di kampong. Setelah pulang, Rasulullah menyalatinya, padahal sudah terlewat satu bulan (HR. at-Turmudzi dari S’aid bin Musayyab).

Shalat Jenazah di atas Kubur. Riwayat Ibnu Abbas sebagai berikut:

 إنتهى رسول الله صلى  الله علي  وسلم  إلى  قبر  رطب  فصلى  عليه

وصفوا خلفه وكبر اربعا

(Pada suatu hari) Rasulullah sampai ke kubur yang masih basah, makabeliau shalat baginya dan bershaf-shaflah para sahabat baginya dan bershaf-shaflah para sahabat di belakang belau (HR. Bukhari dan Muslim).

14.Posisi berdiri Imam shalat

Samurah bin Jundab meriwayatkan:

 صليت وراء النبي صلى  الله عايه وسلم على امراة ماتت فى نفاسها,

فقام عليها وسطها

 Artinya: Aku menshalatkan di belakang Nabi saw jenazah wanita yang mati dalam nifas (melahirkan), maka Nabi saw berdiri di tengah-tengahnya (Muttafaqun ‘alaih dari Samurah bin Jundab)

15. Materi bacaan shalat jenazah, Rasulullah mencontohkan demikian:

 إن فى الصلاة على الجنازة أن يقرأ بفاتحة الكتاب ويصلى على النبى

صلى الله عليه وسلم ثم يخلص الدعاء  للميت حتى يفرغ  ولا يقرأ إلا

مرة ثم يسلم {اخرجه إبن الجارود عن أبى أمامة  فى المنتقى . رجاله

على درجة الصحيحين}

Artinya: Sesungguhnya menurut sunnah dalam menshalati jenazah adalah membaca al-Fatihah, membaca shalawat atas Nabi saw.l lalu mendoakan dengan ikhlas kepada mayyit sampai selesai, dan membacanya hanya sekali, kemudian salam. (HR. Ibnu Jarud dari Umamah.dalam al-Muntaqa. Sanadnya sederajat dengan sanad Bukhari Muslim)

16. Mendoakan Jenazah

Ketika Raja Najasyasi tersebut meninggal dunia, Rasulullah bersabda:

 إستغفروا  لأخيكم  {رواه  البخارى  ومسلم  عى  ابى  هريرة}

Artinya . . . Mohonkan ampunan untuk saudaramu (HR. al-Bukhari dan Muslim/Muttafaqun ‘alaih dari Abi Hurairah).

17. Mengiring Jenazah, Suatu riwayat menyebutkan:

 كان رسول الله صلى الله  عليه وسلم  وأبو بكر  وعثمان  يمشون  أمام

الجنازة  {رواه  ابن ماجه  عن انس  ابن مالك}

Artinya:

Rasulullah, Abu Bakar, dan Utsman mengiring jenazah berjalan di depannya (HR. Ibnu Majah dari Anas bin Malik)

Riwayat lain meyebutkan

 الراكب خلف الجنازة  والماشى حيث شاء  منها,  والطفل  يصل عليه

Orang yang berkendaran berjalan di belakang jenazah, orang berjalan kaki boleh di mana saja ia kehendaki; dan anak kecil disahlatkan untuknya (HR. ashhaabussunan (Abu Dawud, at-Turmudzi, an-Nasai, Ibnu Majah).

18. Menghormati Jenazah (berdiri)و Rasulullah bersabda:

 إذا  رأيتم  الجنازة   فقوموا حتى  تخلفكم  { رواه  البخارى  و مسلم

 عن  عامر بن  ربيعة}

 

Jika kalian melihat jenazah, maka berdirilah untuknya sehingga meninggalkan kamu (HR, al-Bukhari dan Muslim dari ‘Amin bin Rabi’ah).

 

19. Beberapa Catatan

  • Dalam hadis-hadis shahih, hasan, dan lemah (dla’if) tidak ada riwayat bahwa Rasulullah melakukan pengiriman pahala untuk orang-orang mati’ seperti tahlilan dan yasinan. Sebelas mazhab menolak upacara tahlilan yang pahalanya dikirimkan kepada orang mati. Ke 11 mazhab itu adalah: Hanafiah, Malikiah, Syafi’iyyah, Hambaliyah, Sufyan Tsauriyyah, Sufyan ‘Uyainiyyah, Laits bin Rahawaihiyyah, Ibnu Jaririyyah, adh-Dhahiriyyah, dan Auza’iyyah (al-“Alawi,[t.th.]:1969].

Untuk Yasinan, al-“Arubah al-Harani mengatakan bahwa tak satu pun hadis tentang bacaan surat Yasin yang diperuntukkan orang mati itu shahih (Mizan al-I’tidal,IV: 90-91). Penulis mengutip 15 hadis tentang surat Yasin berkenaan dengan peristiwa kematian, tak ada yang hasan, apalagi shahih. Hampir semuanya palsu dan selebihnya hadis munkar.

  • Tidak ada riwayat para sahabat besar, sahabat kecil, tabi’in, tabiut-tabi’in melakukan pengiriman pahala untuk orang mati.
  • Tidak ada riwayat Rasulullah memperingati kematian 1-7 hari, 40, 100, mendhak pisan, mendahak pindho, nyewu, dan haul. Hal  serupa juga dilakukan oleh sahabat, tabiin, dan tabiut-tabi’in.
  • Tidak ada riwayat mengadzani dan mengiqamati jenazah ketika akan memberangkatkannya, dan ketika akan menguburnya.
  • Tidak ada riwayat sejak Nabi, sahabat, tabi’n, dan tabi’ut-tabi’in melaksanakan acara  brobosan.
  • Tidak ada riwayat dari Nabi hingga yang paling lermah sekalipun memohon sesuatu kepada orang mati, seperti mohon doa restu.
  • Tak ada satu ayat pun dari al-Qur’an yang menyinggung tentang perawatan Jenazah, pengiriman pahala untuk orang mati, dan aneka peringatan untuk orang mati, kecuali hanya berdoa untuk sesama muslim baik yang masih hidup maupun yang sudah mati.
  • Hubungan antara orang mati dan hidup hanya dalam tiga hal: Anak shalih yang mendoakan kedua orang tua, sedekah jariah, dan ilmu yang bermanfaat.

20. Berdoa (memohon) dengan tulus

Rasul bersabda:

 

إذا صليتم على الميت فأخلصوا الدعاء {رواه ابن ماجه عن ابى هريرة}

Artinya:

Jika kamu manyalati orang meninggal, maka hendaklah kamu tuluskan dalam berdoa (HR. Ibnu MJh Dri Abi Hurairah).

 

21. Menyalati jenazah 100 orang atau lebih

Rasul bersabda:

 

 

من صل عليه مائة من  المسلمين  غفر له { رواه  ابن ماجه  عن ابى

هريرة.  إسناده  صحيح  رجاله  رجال  الصحيجين}

Artinya:

Barang siapa menyalati mayit terdiri atas 100 orang Islam, diampunilah dia. Sanadnya shahih, para rawinya sederajad rawi Bukhari dan Muslim.

 

22. Doa-doa dalam shalat jenazah:

a. Disebutkan demikian:

 

أللهم اغفرله وارحمه وعافه{واعف عنه} وأكرم  نزوله ووسع  مدخله

واغسله بالماء والثلج والبرد, ونقه من الخطايا كما ينقى الثوب الابيض

من الدنس   وأبدله  دارا خيرا  من داره  وأهلا خيرا من اهله  وزوجا

خيرا من زوجه وادخله الجنة وأعذه من عذاب القبر ومن  عذاب النار

 

Wahai Tuhanku, ampunilah dia, rahmatilah dia, ‘afiatkanlah dia, maafkanlah dia, muliakanlah singgahannya, luaskanlah tempat masuknya, bersihkanlah dia dengan air salju dan air batu, sucikanlah dia dari segala kesalahan sebabaiamana dibersihkan kain putih daripada kotoran, dan berikanlah kepadanya rumah yang lebih daripada rumahnya di dunia dan ahli yang lebih baih daripada ahlinya dan pasangan yang lebih baik daripada pasangannya (di dunia), masukkanlah dia ke dalam surge dan lindungilah dia dari azab kubur dan dari azab neraka (HR. Muslim dari Auf bin Malik – Subulussalam).

 

b. Atau sebagai berikut:

 

اللهم إن . . . ابن . . . فى ذمك وحبل جوارك فقه فتنة القبر وعذاب

النار وأنت اهل الوفاء والحمد. واغفرله وارحمه إنك أنت الغفور

الرحيم

Wahai Tuhanku, sesungguhnya si . . . putra . . . ini di dalam genggamanmu dan di dalam perlindunganmu. Karena itu peliharakanlah dia dari fitnah kubur dan dari azab neraka. Engkaulah yang sangat pantas memenuhi janji dan menerima puji-pujian. Tuhanku ampunilah dia dan rahmatilah dia. Bahwasanya, Engkau adalah Tuhan yang sangat pengampun lagi sangat penyayang (HR. Ibnu Majah dari Washilah bin Asqa’ – Subulussalam).

 

c.Bisa sebagai berikut:

 

اللهم اغفر لحينا وميتنا  وصغيرنا  وكبيرنا وذكرنا  وأنثانا  وشاهدنا

وغائبنا, اللهم  من أحييته  منا  فأحيه  على  الاسلام  ومن  توفيتهمنا

فتوفه  على  الايمان, اللهم  لا تحرمنا  اجره  ولا تضلنا   بعده

Wahai Tuhanku, ampunilah kepada yang hidup dari kami, kepada yang mati dari kami, kepada yang kecil dari kami, kepada yang dewasa dari kami, kepada yang perempuan dari kami, kepada yang laki-laki dari kami, kepada yang ada beserta kami, dan kepada yang tiada beserta kami. Wahai Tuhan kami, hidupkanlah orang-orang yang masih hidup dalam keadaan Islam, matikanlah diantara kami dengan mati dalam keadaan iman.Wahai Tuhan kami, janganlah Engkau tidak memberikan kepada kami pahalanya dan janganlah Engkau menyesatkan kami sesudahnya (HR. Muslim dan lainnya – dari Abi Hurairah – Subulussalam 2 : 144).

 

d. Sesudah takbir ke 4, Imam Syafii selalu doa ini yang dibaca.

 

اللهم لا تحرمنا أجره  ولا تفتنا بعده

Artinya

Wahai Tuhanku, janganlah Engkau tidak memberikan kepada kami  pahalanya, dan janganlah Engkau memberikan fitnah-fitnah kepada kami sesudahnya.

d. Doa jenazah anak kecil, sesudah takbir yang ke empat, sebagai berikut:

 

اللهم اجعله لنا فرطا واجعله لهما سلفا واجعله لهما زخرا وثقل  به

موازينهما وافرغ صبرا على قلوبهما ولا تفتنهما بعده ولا تحرمهما

أجره

Artinya: Wahai Tuhanku, jadikanlah dia pendahulu yang mendahului orang tuanya untuk menyiapkan kebaikan bagin orang tuanya, jadikanlah dia kebajikan yang didahulukan untuk ibu bapaknya, jadikanlah dia pertaruhan (persewdiaan) bagi keduanya, beratkanlah dia di timbangan dua orang tuanya, curahkanlah kesabaran atas jiwa kedu orang tuanya, janganlah Engkau member cobaan-cobaan kepada kedua orang tua sesudahnya, dan janganlah Engkau tidak memberikan pahalanya kepada orang tuanya.

 

e. Ulama-ulama Mutaqaddimin membaca doa sesudah takbir ke 4:

 

اللهم ربنا اتنا فى الدنيا حسنة وفى الاخرة حسنة وقنا عذاب النار

Wai Tuhanku, berikanlah kepada kami kebajikan di dunia dan kebajikan di akhirat, dan peliharalah kami dari azab neraka.

 

Imam Syafi’I menyukai doa berikut: (di luar maupun di dalam shalat jenazah, terutama dalam shalat jenazah). Umumnya tidak ada doa setelah menyalati jenazah)

 

اللهم هذا عبدك وابن عبدك خرج من روح الدنيا وسعتها ومحبوبه و

أحبائه منها إلى ظلمة القبر وما هو لاقيه. كان يشهد أن لا إله إلا انت

وأن محمد عبدك ورسولك وانت  اعلم  به. اللهم  إنه نزل  بك  وأنت

 خيرمنزول, واصبح فقيرا  إلى رحمتك  وأنت غني عن  عذابه  وقد

جئناك راغبين إليك شفعاء له اللهم إن كان  محسينا  فزد فى  إحسانه

وإن كان مسيئا فتجاوز عن  سييئاته ولقه  برحمتك رضاك  وقه فتنة

القبر  وعذابه,  وافسح له  فى قبره  وجاف الارض  عن جنبيه  ولقه

برحمتك الامن من عذابك حتى  تبعثه   إلى جنتك  يا ارحم الراحمين

Tuhanku, ini hambamu, dan anak hambamu. Dia keluar dari kesenangan dunia dan keluasannya, dari kekasihnya dan teman-teman setianya menuju kepada kegelapan kubur dan kepada apa yang akan ditemui. Dia mengaku bahwasanya tiada Tuhan kecuali Engkau dan bahwasanya Muhammad itu hamba-Mu dan Rasul-Mu. Tentang hal ini, Engkau pula yang lebih mengetahui. Tuhanku, ia datang kepada-Mu dan Engkau sebaik-baik yang didatangi. Dia telah sangat perlu kepada rahmatmu, sedang Engkau tidak perlu mengazabnya. Kami datang kepada-Mu karena gemar kepada-Mu, memohon syafaat untuknya. Tuhanku, jika seorang yang berbuat baik, maka maka tambahkanlah kebaikan untuknya. Jika adalah orang yang berbuat buruk, maafkanlah kesalahan-kesalahnnya. Berilah, dengan rahmat-Mu, ia menjumpai keridlaan-Mu. Peliharalah dia dari fitnah kubur dan azabnya. Luaskanlah untuknya dalam kuburannya.  Jauhkanlah tanah dari lambungnya. Berilah untuknya dengan rahmatmu, memperoleh keamanan dari azab-Mu  sehingga Engkau membangkitkannya ke dalam surga-Mu. Wahai Tuhanku yang amat pengasih dan penyayang.(TM.Hasbi sh-Shidieqy, Ped.Shalat:472).

 

Versi Doa lain dari Rasul:

 

اللهم أنت  ربها  وأنت  خلقتها  وأنت رزقتها  وأنت  هديتها  للاسلام

وأنت قبضت روحها تعلم سرها وعلا نيتها جئنا  شفعاء له  فأغفر له

ذنبه

Artinya: Wahai Tuhanku, Engkaulah Tuhannya, Eangkaulah yang menjadikannya, Eangkaulah yang telah memberi rezeki kepadanya, Engkaulah yang telah menunjukkannya kepada Islam, dan Eangkaulah yang telah menggenggam jiwanya. Engkau mengetahui rahasianya dan  yang dilahirkannya. Kami datang memohon syafaat untuknya, maka ampunilah dosa-dosanya (HR. Abu Dawud dari Abi Hurairah – Subulussalam, II : 144).

23. Doa mengebumikan Jenazah, Rasul mencontohkan:

كان إذا وضع الميت فى قبره قال: بسم لله وعلى ملة رسول لله, رواه

الخمسة}

Artinya: adalah Rasulullah, apabila mayat dimasukkan ke kuburnya, beliau berdoa: bismillah wa ‘ala millati Rasulillah (dengan menyebut asma Allah  dan atas nama agama utusan Allah) –HR. al-khamsah dari Ibnu Umar Ra).

 

 

Semarang, 20 Juni 2010

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *