Hadis Tentang Jamur: Isyarat Pengembangan Mikologi

1. Jangkauan Islam Mencakup Semua Aspek Kehidupan

Alquran menjelaskan bahwa Islam mengatur semua aspek kehidupan. Dalam hal ini Allah berfirman:

– – – ونزلنا عليك الكتاب تبيا نا لكل شيئ وهدى ورحمة وبشرى للمسلمين (النحل 89)

. . . Dan Kami turunkan kepadamu Alkitab (Alquran) untuk menjelaskan segala sesuatu dan petunjuk serta rahmat dan kabar gembira bagi orang-orang yang berserah diri (Q.S. an-Nahl/16:89).

Bersamaan dengan itu Alquran juga menyatakan bahwa tidak ada bagian kehidupan  sekecil apa pun yang liar di luar aturan Islam. Dalam hal ini Allah berfirman:

– – – ما فرطنا فى الكتا ب من شيئ ثم الى ربهم يحشرون (الانعا م: 38)

. . . Tiadalah Kami apakan sesuatu pun di dalam Al-Kitab (Al-Quran), kemudian kepada Tuhanmulah mereka dihimpunkan (Q.S. al-An’am/6:38).

Hanya saja perlu dipahami bahwa hampir seluruh bidang kehidupan sebagaimana dalam Alquran nyatakan tidak dijelaskan secara mendetail, biasanya hanya pada prinsip-prinsip dasar dan pengembangannya diserahkan kepada manusia, selagi hasil pengembangan itu tetap berada dalam lingkup syari’ah.

2. Bidang Keilmuan

Sumber ilmu menurut Alquran adalah Allah. Karena itu salah satu nama diantara nama-nama yang indah bagi Allah (asmaul husna) adalah al-‘Alim (Yang Maha Tahu). Sebagai sumber Ilmu, Allah mengajarkan ilmu kepada manusia melalui budaya tulis menulis – dalam hal ini Allah berfirman: Nun wa al-qalam wa ma yasthurun . . .Nun, Demi qalam dan apa yang ia tulis).

Cara memperoleh ilmu melalui rasionalitas, empirisitas, dan intuisi (al-qalb). Melalui ketiga sarana ini manusia akan menjadi tahu dan giliran selanjutnya ia menjadi berilmu. Implikasinya, semua Ilmu berasal dari Allah. Ilmu hanya satu, yaitu ilmu Islam. Seluruh Ilmu yang kita mungkin tidak bisa menghitung itu sebenarnya hanyalah sub atau bagian dari ilmu Islam itu. Dikhotomi ada ilmu agama dan ilmu umum sebenarnya juga tidak benar. Pembagian itu hanya akal-akalan seorang Orientalis berkebangsaan Belanda bernama Snouck Horgrougne. Ilmu Islam hanya satu mencakup banyak aspek karena kegiatan pengembangan oleh para ilmuwan sehingga sebuah cabang ilmu beranak-pinak ilmu-ilmu yang lebih spesifik.

Salah satu bidang kehidupan ini adalah bidang dunia ilmu. Secara umum ilmu dapat dibagi menjadi tiga bagian karena melihat karakternya, yaitu ilmu-ilmu normatif, ilmu-ilmu spekulatif/teoritis, dan ilmu-ilmu praktis.

Ilmu Normatif adalah ilmu yang membahas tentang norma baik-buruk, boleh atau tidak untuk dilakukan, berakibat pahala atau dosa (reward or phunishment). Ilmu-ilmu agama banyak yang masuk dalam jenis ilmu normatif ini, umpama ilmu fikih menjelaskan tentang hukum perbuatan (hati, perasaan, pikiran, lisan, dan perbuatan anggota badan)  manusia (wajib, haram, makruh, sunnah, dan mubah). Ilmu teoriritis/spekulatif adalah ilmu murni berkaitan dengan teori-teori perilaku manusia. Termasuk dalam ilmu teoritis antara lain: sosiologi, psikologi, dan antropologi. Ilmu praktis adalah ilmu yang baik obyek maupun tujuannya adalah sama dan belum ada (pada tahap sekarang, melainkan sedang dicari). Termasuk dalam ilmu praktis adalah ilmu teknik (antara lain: teknik sipil, teknik, arsitektur, teknik elektro, teknik otomotif, dan teknik lingkungan).

 3. Ilmu Analis Kesehatan

Ilmu analis kesehatan termasuk dalam  rumpun ilmu teknik  karena fokusnya adalah eksperimen-eksperimen. Pada saat eksperimen dilakukan di laboratorium (umpama mikroskup elektron atau secara umum dunia mikroskopik) tujuan maupun obyek ilmu  belum diketemukan, kecuali asumsi bahwa dunia apa saja dalam cakupan ilmu analis kesehatan adalah sebagai sarana memperoleh kesehatan jasmani (manusia maupun binatang yang dikehendaki sebagai kebutuhan yang menunjang kehidupan manusia).

4. Mikologi

Mikologi adalah ilmu tentang seluk-beluk kehidupan jamur (Kamus Besar,l990:582). Definisi yang sangat umum dan longgar ini memberi keluasan  di dalam mengapresiasi tentang ilmu jamur, sehingga menjelaskan ajaran Islam, dalam hal ini sabda Nabi Muhammad saw. termasuk dalam cakupan mikologi, dan justru sabda Nabi berkenaan dengan Jamur menjadi tonggak pertama dalam pengembangan mikologi Islam.

5. Sabda Nabi Tentang Jamur

sabda-sabda Nabi tentang jamur termuat dalam bab pengobatan. Imam Bukhari meriwayatkan dua kali (Bukhari,VII,[t.th.]:17), Imam Muslim meriwayatkannya 7 kali, dan kitab-kitab yang lainnya lebih banyak lagi. Diantara sabda Nabi itu adalah sebagai berikut:

– – – سمعت رسول الله صلى الله عليه وسلم يقول الكماة من المن وماءها شفاء للعين (رواه مسلم عن سعيد بن زيد)

Artinya:

.. . Aku mendengar Rasulullah bersabda: Kam’at (jenis jamur) adalah bagian dari dunia jamur. Airnya adalah obat penyakit mata (H.R. Muslim dari Sa’id bin Zaid).

Yang dimaksud al-manna adalah tetumbuhan berwarna putih, banyak kandungan lemak, dan termasuk rumpun jamur. Al-Kam’at maupun al-manna adalah sama-sama jenis jamur.

Hadis ini memberi petunjuk bahwa jamur banyak jenisnya. Jamur  tertentu dapat dijadikan obat penyakit tertentu. Kasus ini mengandung implikasi bahwa kita supaya lebih banyak lagi mempelajari aneka jenis jamur, baik dari segi sarana pengobatan, maupun dari segi pemberantasannya ketika jamur itu membahayakan kesehatan manusia.

Pelaksanaan studi tentang jamur secara terus menerus akan membuahkan hasil dalam dunia akademika yaitu mikologi.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *