Toksikologi Dalam Sabda Nabi

I.       Pengertian-pengertian Dasar

  1. Toksin

Toksin adalah zat racun yang dibentuk dan dikeluarkan oleh organisme yang menyebabkan kerusakan radikal dalam struktur faal, atau merusak total hidup atau keefektifan organisme pada suatu bagian  (Kamus Besar, 1990:955).

  1. Faal, berarti kerja alat tubuh sebagaimana mestinya  (Kamus Besar,l990:293).
  2. Toksikogenik, hewan yang dapat menghasilkan toksin sehingga tetumbuhan yang dimakannya akan mengalami keracunan (Kamus Besar, l990:955).
  3. Toksikolog, berarti ahli ilmu racun.
  4. Toksikologi, adalah ilmu tentang zat beracun yang berbahaya.

II.    Kasus-Kasus Racun Pada zaman Nabi Saw.

  1. Dikisahkan bahwa Rasulullah berada dalam situasi perang Khaibar. Rasulullah diberi daging kambing yang diberi racun di dalamnya. Beliau mengetahui bahwa daging yang dimakan di dalamnya ada racun, sehingga ketika memakannya tertahan di tenggorokan. Rasulullah lalu memerintahkan kepada para sahabat supaya mencari seorang wanita Yahudi yang diduga ia yang memberi racun dalam daging yang ia berikan kepada beliau. Setelah diketemukan, wanita ini lalu diinterogasi. Ia mengakuinya dengan tujuan untuk membunuh Nabi. Ketika itu sahabat meminta izin kepada Rasulullah untuk membunuh wanita itu. Beliau menolaknya. Tetapi karena Baraah mati disebabkan keracunan daging itu, maka beliau mengzinkan membunuh wanita itu sebagai qishash –  H.R. al-Bukhari).
  2. Racun Sebagai Sarana Bunuh Diri

Menurut sabda beliau, siapa yang bunuh diri dengan cara meminum racun, siksanya adalah neraka kekal di dalamnya.Beliau bersabda:

قال رسول الله صلى الله عليه وسلم من ترد من جبل فقتل نفسه فهو فى نار جهنم يترد فيه خالدا مخلدا فيها ابدا ومن تحس سما فقتل نفسه فسمه فى يده يتحساه فى نا ر جهنم خالدا مخلدا فيها ابدا ومن قتل نفسه بحديدة فحديدته فى يده يجاء به فى بطنه فى نا ر جهنم خالدا مخلدا فيها (رواه البخا رى عن ابى هريره )

Artinya:

Rasulullah saw. Bersabda: Barang siapa mendaki gunung kemudian ia bunuh diri (terjun bebas) maka ia akan terjun di neraka dan berada di dalamnya kekal abadi. Barang siapa meminum racun untuk bunuh diri maka ia akan membawa racun itu  di tangannya dan  meminumnya juga di neraka, ia kekal abadi di dalamnya. Barang siapa bunuh diri dengan besi, maka besi itu akan didatangkan (kembali) menancap di perutnya dan ia di neraka kekal abadi (H.R. al-Bukhari dari Abi Hurairah).

Penawar Racun

Pada Zaman Islam generasi pertama telah ada pengetahuan bahwa racun itu ada penawarnya sehingga dapat menyelamatkan manusia dari kerusakan fungsional organ tubuh atau selamat dari maut. Beliau bersabda:

—  من اصطبح بسبع تمراة عجوة لم يضره ذالك اليوم سم ولا سحر (رواه البخارى عن ابى هريره)

Artinya:

Barang siapa yang pagi-pagi benar memakan tujuh buah kurma beserta kulitnya (kurma itu hampir matang, dalam bahasa Jawa gemadung) maka ia akan terhindar racun dan sihir di hari itu (H.R. al-Bukhari dari Abu Hurairah).

Kandungan Hadis

Dari kedua hadis itu terkandung pengertian antara lain:

  1. Telah ada kesadaran umum bahwa racun adalah sesuatu yang membahayakan bagi makhluk hidup.
  2. Ada kesadaran menetralisir racun bagi yang terlanjur meminumnya.
  3. Ada bibit-bibit kesadaran melakukan eksperimentasi penawaran racun. Eksperimen pertama menggunakan kurma beserta kulitnya, direbus, dan ditentukan dosisnya (7 buah).
  4. Proyeksi lebih jauh  dapat melakukan eksperimen apa saja sejak dari mineral, buah-buahan, hingga isi bumi yang lainnya, kalau-kalau dapat ditemukan kandungan zat-zat yang berguna bagi kesehatan atau penawar racun, atau meningkatkan ketajamannya.

Kasus Lalat

Tentang lalat, Nabi saw. Bersabda:

— اذا وقع الذ با ب فى اناء احدكم فليغمسه كله ثم ليطرحه فا ن فى احد جنا حيه شفاء وفى الاخر داء (رواه البخارى هن ابى هريره)

Artinya:

. . . Apa bila bijana salah seorang di antara kamu kemasukan lalat, maka celupkan seluruhnya ke dalam bijana itu karena salah satu di antara kedua sayapnya mengandung obat dan sayapnya yang lain mengandung penyakit (H.R. al-Bukhari dari Abi Hurairah).

Kandungan Hadis

Dari teks hadis ini dinyatakan bahwa dalam sayap lalat satu di antara keduanya mengandung obat dan yang lain mengandung penyakit. Pernyataan Rasulullah ini amat menarik untuk mengeksplorasi lebih jauh bagi para ilmuwan toksikologi  atau para ilmuwan serumpun, bahwa : (l) Apakah benar kandungan sabda Nabi itu ? ,(2) Kalau benar, kandungan penyakit itu berwujud racun,  bakteri, atau parasit, (3) kandungan obat yang ada di salah satunya itu bakteri antitoksinnya, atau zat lain bakteri yang bermanfaat bagi kesehatan ?, dan (3) Kandungan lain dalam hadis itu adalah sebagai tauladan untuk eksperimen-eksperimen lebih lanjut untuk menemukan resep bagi kesehatan.

 

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *