Muhasabah Atas Berbagai Musibah

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

  1. 1.                                                                                                                                                                                                                     Keterciptaan awal Bumi adalah baik. Allah berfirman:

 

Dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi, sesudah (Allah) memperbaikinya dan berdoalah kepada-Nya dengan rasa takut (tidak akan diterima) dan harapan (akan dikabulkan). Sesungguhnya rahmat Allah amat dekat kepada orang-orang yang berbuat baik (QS al-A’raf/7:56).

  1. 2.                                                                                                                                                                                                                     Respon manusia justru membuat kerusakan, Allah berfirman:

 

 

Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusi, supay Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar)(QS ar-Rum/ : 41).

  1. 3.                                                                                                                                                                                                                      Bentuk pengrusakannya adalah musyrik, Allah berfirman:

 

 

Artinya:
Katakanlah: “Adakanlah perjalanan di muka bumi dan perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang terdahulu. Kebanyakan dari mereka itu adalah orang-orang yang mempersekutukan (Allah).”(QS. Ar-Rum/30:42)

 

Atau berbuat dosa tumpuk-menumpuk, Allah berfirman:

 

 

Dan sesungguhnya Kami telah membinasakan umat-umat sebelum kamu, ketika mereka berbuat kezaliman, padahal rasul-rasul mereka telah datang kepada mereka dengan membawa keterangan-keterangan yang nyata, tetapi mereka sekali-kali tidak hendak beriman. Demikianlah Kami memberi pembalasan kepada orang-orang yang berbuat dosa (QS.Yunus/10:13).

 

  1. 4.                                                                                                                                                                                                                     Allah menghukum karena pengrusakan yang dilakukan oleh manusia( Lihat ayat di atas). 

 

  1. 5.                                                                                                                                                                                                                     Disebutkan Allah menghancurkan suatu kaum dengan habis tak bersisa hingga 65 kali.
  2. 6.                                                                                                                                                                                                                     Contoh Allah menghancurkan kaun Tsamud:

 

 

Artinya:

Adapun kaum ‘Aad maka mereka telah dibinasakan dengan angin yang sangat dingin lagi amat kencang, yang Allah menimpakan angin itu kepada mereka selama tujuh malam dan delapan hari terus menerus; maka kamu lihat kaum ‘Aad pada waktu itu mati bergelimpangan seakan-akan mereka tunggul pohon kurma yang telah kosong (lapuk). Maka kamu tidak melihat seorangpun yang tinggal di antara mereka (QS. Al-Haqqah/ : 6-8).

  1. 7.                                                                                                                                                                                                                      Himbauan Allah untuk membuktikan bukti-bukti hukuman Allah terhadappara                      pembangkang:  (Lihat no. 3 di atas).
  2. Analisis tergadap peristiwa gunung merapi meletus apakah sunnatullah atau kemurkaan-Nya, tampak lebih nyata sebagai sunnatullah.
  3. Sebuah peringatan untuk kita agar tidak membangkang kepada Allah lebih jauh. Rasulullah bersabda:

 

يخرج من أمتى يقرؤن القران ليست قرائتكم إلى قرائتهم شيأ  ولا صلاتكم

إلى صلاتهم شيأ ولاصيامكم إلى صيامهم شيأ. يقرءون أنه لهم وهو عليهم ولا تجاوز  صلاتهم  تراقيهم.  يمرقون  من  الإسلام  كما  يمرق  السهم

من الرمية (رواه ابو داود عن على بن ابى طالب)

Artinya:

Akan ada dari umatku yang membaca Alquran, bahwa pembacaanmu dibanding dengan pembacaan mereka, pembacaanmu bukan apa-apanya. Salatmu dibandingkan dengan salat mereka, salatmu bukan apa-apanya. Puasamu dibadingkan dengan puasa mereka, puasamu tidak ada apa-apanya. Mereka mengira bahwa yang demikian itu yang paling baik bagi mereka. Dia puas dalam posisi seperti itu. (sebenarnya) salat mereka tidak keluar dari kerongkongan mereka. Mereka keluar dari Islam seperti keluarnya anak panah dari busurnya – HR. Abu Dawud dari Ali bin Abi Thalib).

  1. Ancaman bagi yang membangkang sunggh amat mengerikan baik ketika di dunia maupun di akhirat. Allah berfirman:

 

 

 

Artinya:

Sesungguhnya pembalasan terhadap orang-orang yang memerangi Allah dan Rasul-Nya dan membuat kerusakan di muka bumi, hanyalah mereka dibunuh atau disalib, atau dipotong tangan dan kaki mereka dengan bertimbal balik[414], atau dibuang dari negeri (tempat kediamannya). Yang demikian itu (sebagai) suatu penghinaan untuk mereka didunia, dan di akhirat mereka beroleh siksaan yang besar (QS. Al-Maidah/5 : 33).

  1. Khatib menghimbau kepada diri sendiri dan jamaah, marilah kita bertaubat tidak membuat kerusakan baik di laut, di darat, di gunung, di pekuburan atau yang lain. Berbuat kerusakan itu intinya adalah musyrik, bertuhan kepada selain Allah. Dengan bertaubat, dengan idak musyrik, dengan tidam membuat kerusakan, insya Allah kita akan selamat.

 

 

والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته

 

 

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *