Makanan Haram

Standar Kompetensi

Setelah mengikuti pembelajaran pada pertemuan ini diharapkan mahasiswa mampu menjelaskan makanan haram dalam Alquran maupun maupun as-Sunnah. Untuk itu mahasiswa dituntut mengetahui dan dapat menjelaskan tentang status keharaman babi, darah yang mengalir, bangkai, binatang yang jatuh, tercekik, tertanduk, diterkam binatang buas yang tidak sempat disembelih, dan khamr.

I. Makanan yang haram dikonsumsi (kajian QS.al-Maidah/5 : 3)

Allah berfirman:

حرمت  عليكم  الميتة  والدم  ولحم  الخنزير  وما اهل لغير  الله به,  والمنخنقة والموقوذة  والمعتردية  والنطيحة وما اكل  السبع إلا ما  ذكيتم  وما  ذبح  على النصب وان تستقموا بالازلام ذالكم فسق. اليوم يئس الذين كفروا  من دينكم فلا تحشوهم واخشونى. اليوم اكملت لكم دينكم وأتممت عليكم نعمتى  ورضيت لكم الاسلام دينا.  فمن اضطر  فى مخمصة غير متجانف لاثم  فإن الله غفور رحيم

(سوراة المائده: 3)

Artinya:

Diharamkan bagimu (memakan) bangkai, darah, daging babi, daging hewan yang disembelih atas nama selain Allah, yang tercekik, yang dipukul, yang jatuh, yang ditanduk, dan yang diterkam binatang buas, kecuali yang sempat kamu menyembelihnya, dan diharamkan bagimu yang disembelih untuk berhala. Dan diharamkan juga mengundi nasib dengan anak panah , (mengundi nasib dengan anak panah itu) adalah kefasikan. Pada hari ini, orang-orang kafir itu telah putus asa untuk (mengalahkan agamamu), sebab itu janganlah kamu takut kepada mereka, takutlah kamu kepada-Ku. Pada hari ini telah kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu menjadi agama bagimu. Maka, barang siapa terpaksa karena kelaparan tanpa sengaja berbuat dosa, sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS. Al-Maidah/5 : 3)

Keterangan

  1. Darah dalam ayat ini adalah darah yang keluar dari tubuh sebagaimana disebutkan dalam

QS. Al-An’am/6 : 145. Demikian ayat yang dimaksud:

قل لا اجد فى ما اوحي الي محرما  على طعام يطعمه  إلا ان يكون ميتة اوداما مسفوحا  اولحم خنزير  فانه  رجس اوفسقا  اهل لغير الله به.  فمن اضطر غير باغ فإن ربك غفور رحيم (سوراة الانعام: 145)

 Artinya:

Katakanlah, “Tiadalah aku dalam wahyu yang diwahyukan kepadaku, sesuatu yang diharamkan bagi orang yang hendak memakannya, kecuali kalau makanan itu bangkai, atau darah yang mengalir atau daging babi – karena semua itu kotor – atau binatang yang disembelih atas nama selain Allah. Barang siapa yang dalam keadaan terpaksa, sedang dia tidak menginginkannya dan tidak (pula) melampaui batas, maka sesungguhnya Tuhanmu Maha Pengampun lagi Maha Penyayang (QS. Al-An’am/6 : 145).

  1. Binatang yang dicekik, dipukul, jatuh, diterkam binatang buas adalah halal jika sebelum mati masih sempat disembelih secara syar’i.
  2. azlam adalah anak panah yang belum diberi bulu. Alat ini biasa dipakai undian untuk melakukan atau tidak melakukan sesuatu. Caranya, ada tiga buah anak panah, yang pertama ditulisi  ’lakukanlah’, kemuadian yang kedua ditulisi ’jangan lakukan’, dan yang ketiga kosong dari tulisan. Ketiga anak panah ditaruh di dalam ka’bah beberapa hari. Ketika dikehendaki, ia meminta juru kunci ka’bah untuk mengambil salah satu diantara ketiganya dengan tidak membaca tulisannya. Anak panah mana yang terambil, itulah yang akan dilaksanakan. Jika yang kosong yang terambil, boleh melakukan atau tidak melakukan. Jika yang terambil tertulis ’lakukanlah’, maka ia harus melakukan sesuatu yang telah menjadi rencananya. Jika yang terambil tertulis ’jangan lakukan’, maka ia harus mengurungkan rencana melakukan sesuatu.
  3. Yang dimaksudkan al-yaum (hari) dalam ayat ini adalah hari dilangsungkannya haji wada’ (haji perpisahan), artinya Rasulullah tidak lagi akan melakukan haji. Tak lama kemudian Rasulullah wafat.
  4. Jika keadaan terpaksa, kelaparan, tidak ada makanan lain kecuali yang haram itu, demi sekedar menyambung hidup diperbolehkan memakan yang diharamkan itu.

Penjelasan-penjelasan

  1. Bahwa bangkai, meskipun masih segar segera dimasak untuk dikonsumsi,  hukumnya haram untuk dikonsumsi
  2. Bahwa yang dimaksud darah dan daging babi adalah keseluruhan organ babi (daging, kulit, tulang, jerohan, kikil, gajih, dll) adalah haram
  3. Bahwa teknik penyembelihan binatang  atas nama selain Allah, umpama untuk sesaji laut, hukumnya haram untuk dikonsumsi. Artinya, organ selain kepala yang tidak ikut dipersembahkan ke laut tidak boleh dikonsumsi karena haram dalam penyembelihannya.
  4. Bahwa penyembelihan binatang untuk persembahan berhala, bisa sama seperti nomor 3, bisa yang lain.
  5. Problematika muncul manakala dalam menyembelih disebut nama Allah, tetapi dagingnya atau kepalanya untuk sesaji atau sedekah laut, untuk peringatan 1000 hari kematian seseorang. Jika dalam peringatan 1000 hari dan menyembelih ini bukan suatu keharusan, tidak apa-apa.
  6. Bahwa binatang yang tercekik, jatuh, ditanduk, diterkam binatang buas, jika masih sempat disembelih sebelum mati, hukumnya halal. Jika mati belum sempat menyembelihnya, hukumnya seperti bangkai dan haram untuk dikonsumsi.
  7. Ketentuan ini (1 – 6) adalah final dan tidak ada penafsiran lain.karena telah dinyatakan Islam sebagai agama sempurna dan tidak perlu ada tambahan lagi.
  8. Kita umat Islam tidak perlu takut menolak semua produk makanan setelah diketahui haram atau mengandung unsur yang haram dalam makanan itu.
  9. Semua produk makanan haram itu hanya boleh dikonsumsi oleh umat Islam hanya dalam keadaan terpaksa dan sadar penuh tidak akan berbuat dosa,  seperti karena kelaparan dan tidak ada makanan lain selain yang haram tersebut. Sudah barang tentu ketika memakannya dilandasi dengan mohon ampunan Allah secara sungguh-sungguh.

 II. Keharaman Khamr (Kajian QS. Al-Maidah/5 : 90)

Allah berfirman:

يا ايها الذين امنوا انما الخمر والميسر والانصاب والازلام رجس من عمل الشيطان, فاجتنبوه لعلكم تفلحون (سوراة المائد ه: 90)

Artinya

Hai orang-orang beriman, sesungguhnya (meminum) khamr, berjudi, (berkorban untuk) berhala, mengundi nasib dengan panah adalah perbuatan keji termasuk perbuatan syaitan, maka jauhilah perbuata-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan  (QS. al-Maidah/5 : 90).

Penjelasan

1. Khamr adalah minuman yang diproduk sengaja untuk mabuk-mabukan.

2. Segala sesuatu yang berkarakter untuk memabukkan seperti khamr (kullu ma> takhammara) baik berupa cairan, serbuk, maupun tablet dan kapsul adalah haram .

III. Binatang yang haram Menurut as-Sunnah. Rasulullah bersabda:

حديث إبى ثعلبة رضي الله عنه, أن رسول الله صلى الله عليه وسلم نهى عن اكل كل ذى ناب من السباع (متفق عليه)

Artinya: Abu Sa’labah  R.a berkata: Rasulullah Saw melarang memakan daging binatang yang bertaring (HR. Muttafaqun ‘alaih).

Penjelasan:

  1. Menurut para mufassirun, binatang bertaring identik dengan binatang buas, seperti harimau, anjing, singa, musang, tupai, tikus, beruang, dan yang sebangsanya.
  2. Termasuk yang dimaksud taring adalah burung yang memiliki kuku kuat untuk menyerang musuh, seperti: burung gagak, elang, alap-alap, garuda, dan yang sejenis. Artinya burung-burung tersebut haram untuk dikonsumsi. Dalam hal ini Rasulullah bersabda:

. . . نهى رسول الله صلى الله عليه وسلم: عن كل ذى ناب من السباع

وعن كل ذى مخلب الطير(رواه مسلم عن ابن عباس)

            Artinya: . . . Rasululah Saw. melarang (mengkonsumsi) setiap binatang yang     memiliki taring dari binatang buas dan setiap burung yang memiliki kuku kuat untuk menyerang musuh (atau menangkap mangsa- HR. Muslim dari Ibnu ‘Abbas).

3. Taji tidak termasuk kuku yang kuat. Dengan demikian ayam jago tidak termasuk  yang haram dikonsumsi.

IV. Empat Binatang Melata. Rasulullah bersabda:

نهى رسول الله صلى الله عليه وسلم عن قتل اربع من الدواب: النصلة, والنحلة

والهدهد, والصرد (رواه احمد وابو داود عن ابن عباس)

Artinya: Rasulullah Saw melarang membunuh empat binatang, yaitu: semut, lebah, burung hudhud, dan burung surad (sejenis burung pipit- HR. Ahmad Abu Dawud dari Ibnu Abbas).

Penjelasan: Binatang yang dilarang dibunuh adalah binatang yang tentu tidak boleh dimakan dengan cara apa pun (disembelih) atau non sembelih. Dengan demikian keempat binatang di atas haram untuk dimakan.

V. Landak. Rasulullah bersabda:

أن عمر سئل عن القنقذ. . . ذكر عند النبي صلى الله عليه وسلم فقال: إنها خبيثة من الخبائث . . . (اخرجه احمد عن ابن عمر)

Bahwasanya Umar ditanya tentang landak . . . disebutkannya di sisi Rasulullah Saw., beliau bersabda: (landak) adalah kotor dari yang kotor-kotor (HR. Ahmad dari Ibnu Umar).

Penjelasan: Landak termasuk haram dikonsumsi karena kotor. Yang kotor tidak thayyib. Sejak itu para sahabat tidak mengonsumsi landak.

VI. Binatang yang makan tinjanya.

نهى رسول الله صلى الله عليه وسلم عن الجلالة والبنها (اخرجه الترمذى وابو

داود والنساء وابن ماجه عن ابن عمر)

Artinya: Rasulullah Saw melarang binatang yang memakan tinja dan melarang susunya (HR. at-Turmuzi, Abu Dawud, an-Nasai, Ibnu Majah dari Ibnu Umar).

Penjelasan: Binatang menyusui tetapi yang memakan tinja (manusia) maupun tinjanya sendiri, atau tinja pada umumnya, contohnya seperti babi.

VI. Kodok

. . .أن طبيبا سئل رسول الله صلى الله عليه وسلم عن الضفدع يجعلها فى

دواء فنهى عن قتلها (اخرجه احمد عن عبد الرحمن بن عثمان القرشي)

Artinya: Seorang Thabib) bertanya kepada Rasulullah Saw tentang kodok yang menjadikannya sebagai obat. Lalu beliau melarang untuk membunuhnya (HR. Ahmad dari Abdurrahman bin Usman al-Quraisy)

Penjelasan: Katak atau kodok dilarang untuk dibunuh berarti tidal boleh untuk dikonsumsi, berarti pula haram untuk dimakan dengan cara apa pun (disembelih terlebih dahulu atau non sembelih).

VII. Penutup

Semoga ada manfaatnya kepada para peserta pembelajaran materi ini. Wassala>mu ‘alaikum warahmatulla>hi wabaraka>tuh.

Referansi

  1. ‘Yayasan Penyelenggara Penafsir al-Qur’an”, Al-Qur’an dan Terjemahnya, Jakarta: Departemen Agama RI, 1990.
  2. Imam Muslim, Shah}i>h Muslim, Indonesia: Dar ah}ya>’ al-Kutub al-‘Arabiyyah, [t.th.].
  3. ‘Abd al-Baqi, Muhamammad Fuad, al-Lu’lu>’u wa al-Marja>n. Beirut: Dar al-Fikr, [t.th.].
  4. Ibnu hajar al-Asqalani, Bulu>gh al-Mara>m, Indonesia: Darul Ahya>’, 2000.

 

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *