Halal – Haram dan Dampaknya Bagi Kehidupan

Latar Belakang: Dimensi Positif dan Dimensi Negatif

1. Dimensi Negatif

a. Bangsa Indonesia terkenal di dunia sebagai bangsa korup dan bermental jelek.   Indonesian have lousy ethic and corruption (Kraar, l989).

b. Jika bangsa Indonesia pergi ke luar negeri melalui Singapura, orang hanya akan menduga kita dari dua kemungkinan: (1) TKW/TKI, atau (2) Koruptor.

c. Tingkat kejujuran bangsa Indonesia nol (zero trust sociaty)

2. Dimensi Positif

Kita, umat Islam, merupakan mayoritas bangsa ini. 87 % lebih penduduk    Indonesia adalah umat Islam. Di sisi lain, kita ini sebagai  bangsa Indonesia juga merupakan penduduk muslim terbesar di dunia.

 

3. Kesimpulan

Dalam kenyataan keberagamaan praktis, yang haq dan yang batal itu bercampur. Implikasinya antara lain, dalam dunia makanan, minuman, obat-obatan, kosmetika, kita tidak lagi mempertanyakan halal atau haramkah barang-barang yang kita konsumsi tersebut. Lebih dari itu, jika ada warung yang menuliskan muslim, justru warung muslim itu  tidak laris dan lama-lama tutup, kecuali di daerah non muslim.

II. Keharusan Agamis

Yang haq harus menang, yang batal harus hancur. Dalam hal ini Allah berfirman:

وقل جاء الحق وزهق الباطل إن الباطل كان زهوقا . . . (الاسرأ. 81)

Supaya yang haq dan halal jaya, yang batal dan haram hancur, kita harus kembali kepada al-Qur’a>n al-Kari>m., selanjutnya mengamalkan petunjuknya.

1.Lefel Paradigmatik

a. al-Qur’a>n sebagai petunjuk kehidupan. Allah menyatakan hal ini dalam al-Qur’a>n sebanyak 48 kali, antara lain: الم ذالك الكتاب لا ريب فيه هدى للمتقين 81:2

b. Salah satu bagian kehidupan adalah dunia makanan dan minuman, obat-obatan,  dan pemanfaatan sesuatu seperti kosmetika. Dalam hal ini, Allah memperingatkan supaya menimbang-nimbang halal dan haramnya secara sungguh-sungguh. Nabi bersabda: إستفت قلبك وإن افتوك وافتوك وافتوك  (Mintalah fatwa kepada hatimu, meskipun mereka memberi fatwa kepadamu, mereka memberi fatwa kepadamu, mereka memberi fatwa kepadamu). Allah juga berfirman: فلينظرالانسان إلى طعامه(عبس: 24 (Maka hendaklah ia memperhatikan kepada yang dimakan).

Jika telah jelas bagi kita halal dan haramnya sesuatu yang akan kita minum, kita makan, kita pakai (perabot kehidupan), kita harus memilih hanya yang halal saja. Dalam hal ini Allah berfirman: كلوا من الطيبات واعملوا صالحا . . .  (Makanlah yang baik-baik saja dan perbuatlah yang baik, Q.S. 23 : 51). Dalam hal ini sebuah hadis menyatakan: طلب الحلال فريضة على كل مسلم (رواه ابن مسعود) (Mencari rezeki yang halal itu wajib bagi setiap muslim, HR. Ibnu Mas’u>d).

III. Yang disebut makanan halal adalah: (1) dzat/material/substansi halal, (2) Cara memperoleh nya halal, (3) Cara memprosesnya halal, (4) Penyimpanannya halal, (5) Pengangkutannya halal, (6) Penyajiannya juga halal).

IV. Keutamaan Mengkonsumsi yang Halal

a. Doa kita kepada Allah dikabulkan. Dalam hal ini Rasulullah Saw bersabda:

إن سعد سأل رسول الله صلى الله عليه وسلم, ان يسأل الله تعالى ان يجعله مجاب

الدعوة, فقال له: اطب طعمتك تستجب دعوتك (رواه الطبرنى) (Bahwa, Sa’ad memohon kepada Rasulullah untuk memohonkan kepada Allah supaya Dia menjadikannya (Sa’ad) diperkenankan doanya. Beliau bersabda kepadanya: Baikkanlah makananmu, maka doamu diperkenankan. HR.Imam Tabrani).

b. Memperoleh Cahaya ilahi dalam hati dan memperoleh hikmah-hikmah dari Allah.

من اكل الحلال اربعين يوما نور الله قلبه واجرى ينابع الحكمة من قلبه على لسانه

(Barang siapa makan sesuatu yang halal selama 40 hari, maka Allah akan menerangi hatinya dan Dia lakukan sumber-sumber hikmah dari hatinya atas lisannya. HR. Abu Ayyub).

c. Mencari rezeki halal merupakan 9/10 dari nilai ibadah. Rasulllah Saw bersabda:

العبادة عشرة اجزاء, تسعة منها فى طلب الحلال

(Ibadah itu 10 bagian, sembilan dari padanya adalah mencari rezeki halal).

d. Mencari rezeki halal akan memperoleh ampunan dan rida Allah. Rasulullah Saw bersabda

من امسى وانيا من طلب الحلال بات مغفورا له واصبح والله عنه راض

bermalam dengan diberi ampunan dan ia masuk pagi, sedang Allah itu rida (Barang siapa waktu sore hari dengan lemah karena mencari yang halal, maka ia kepadanya).

e. Para pencari rezeki halal memperoleh derajat syuhada’. Rasulullah Saw bersabda:

ومن طلب الدنيا حلال فى عفاف كان فى درجة الشهداء (رواه الطبرنى عن ابى

. هريرة). . .

Dan barang siapa menuntut dunia akan barang halal dalam penjagaan, maka ia berada pada derajat orang-orang yang mati Syahid.HR. Tabrani dari Abi Hurairah).

V . Larangan Mengkonsumsi yang Haram

Allah Swt. berfirman:

ولا تأكلوا اموالكم بينكم بالباطل وتدلوا بها الى الحكام لتأكلوا فريقا من اموالالناس

بالاثم وانتم تعلمون.

(Dan janganlah sebagian dari kamu memakan harta sebagian yang lain di antara kamu  dengan jalan yang batil, dan janganlah kamu membawa (urusan) harta itu kepada hakim, supaya kamu dapat memakan sebagian dari pada harta benda orang lain itu dengan (jalan berbuat) dosa, padahal kamu mengetahui. Q.S.  al-Baqarah : 188).

Dia juga berfirman:

يا ايها الذين أمنوا اتقوا الله وذروا ما بقي من الربى إن كنتم مؤمنين.(البقره: 278

(Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan tinggalkan sisa riba (yang belum dipungut), jika kamu orang-orang yang beriman. Q.S. al-Baqarah: 278).

VI. Jenis-Jenis Makanan dan Minuman yang Haram

1. Bersifat material

a. Bangkai, termasuk bangkai adalah sayatan dari binatang yang masih hidup.       Rasulullah bersabda:

ما قطع من البهيمة وهي حية فهو ميتة.رواه ابوداود عن الليث

(Apa yang dipotong dari binatang ternak, sedang ia masih hidup, adalah bangkai.HR.Abu Dawud dari al-Lais} bin Waqid).

Kita sering mendengar berita ayam yang dijual dipasaran cukup banyak yang bangkai. Karena itu kita harus mengetahui ciri-ciri ayam bangkai atau sembelihan.

b.  darah yang mengucur dalam sembelihan atau darah yang keluar dari binatang, semua jenis darah. Dalam hal ini Allah berfirman:

قل لأجد فى ما اوحي الي محرما على طاعم يطعمه إلا ان يكون ميتة اوداما مسفوحا

او لحم خنزير فإنه رجس او فسقا اهل لغير الله به . . .

Artinya Katakanlah: Tiadalah aku peroleh dalam wahyu yang diwahyukan kepadaku, sesuatu yang diharamkan bagi orang yang hendak memakannya, kecuali kalau makanan itu bangkai atau darah yang mengalir atau daging babi, karena sesungguhnya semua itu kotor atau binatang yang disembelih atas  nama selain Allah . . . (QS. al-An’am : 145).

c. Babi dan binatang yang disembelih atas nama selain Allah (lihat ayat di atas).

d. Makanan yang kotor, menjijikkan, dan najis.

ويحل لهم الطيبات ويحرم عليهم الخبائث

(Dia yang menghalalkan bagi mereka yang baik-baik dan mengharamkan bagi mereka yang buruk-buruk. Q.S. al-A’raf : 157)

e. Binatang buas dan bertaring seperti kucing, macan, anjing, musang, dan serigala:

كل ذى ناب من السباع حرام (رواه البخارى )

(Setiap yang memiliki taring dari binatang buas adalah haram (HR. al-Bukhari).

f. Burung berkuku kuat dan tajam. نهى النبي عن كل ذى مخلب من الطير:

(Nabi Saw melarang setiap yang berkuku kuat dan tajam dari burung.

g. Ular, burung gagak, tikus, anjing, dan burung elang.

عن عائشة, قال رسول الله صلى الله عليه وسلم, خمس فواسق تقتلن فى الحلال

والحرام: الحية والغراب الابقع والفأرة والكلب العقور والجدة (رواه مسلم)

(Dari ‘Aisyah RA, bahwa Rasulullah Saw bersabda: lima binatang yang jahad hendaklah dibunuh baik halal maupun haram, yaitu: ular, burung gagak, tikus, anjing galak, dan burung elang. HR. Muslim.

h. Minuman yang memabukkan

يا ايها الذين أمنوا انما الخمر والميسر والانصاب والازلام رجس من عمل الشيطان

فاجتنبوه لعلكم تفلحون (المائده:90 )

(Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya (meminum) khamer, berjudi, (berkorban untuk) berhala, mengundi nasib dengan panah, adalah perbuatan keji, termasuk perbuatan syaitan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan. Q.S. al-Maidah: 90).

Yang termasuk khamer adalah kullu ma> takhammara (segala sesuatu yang sehakikat dengan khamer, yaitu yang memabukkan, yaitu narkoba.) Termasuk obat-obatan dan kosmetika yang najis. Contoh obat najis adalah air kencing. Dan contoh kosmetika najis adalah kosmetik yang dicampuri plasenta dari orok bayi manusia yang meninggal.

2. Campuran antara yang halal dan yang haram, menjadi haram: Rasulullah bersabda: إذا اجتمع الحلال والحرام غلب الحرام (ketika berkumpul antara yang halal dan yang haram, maka yang haram mengalahkan yang halal). Contohnya adalah kue atau roti yang bahan pengempuknya, bahan dasarnya adalah rambut manusia).

3. Secara material halal, tetapi cara memperolehnya dilarang oleh Allah dan Rasul.

a. mencuri nasi. Nasi secara material adalah halal, tetapi nasi hasil mencuri menjadi haram (QS. 5 : 38).

b. Memperoleh harta kekayaan seperti uang dengan jalan riba, reiteniir (QS.2 : 278).

c. Memperoleh harta dengan jalan menipu, terancam tidak termasuk golongan muslim seperti mencampur barang bagus dengan barang tidak bagus atau barang tiruannya. Ketika Rasululklah melihat penjual kurma berbuat kurma kualitas jelek di taruh di dalam, kemudian yang ditampakkan yang bagus-bagus, Rasulullah bersabda: Barang siapa menipu, maka ia bukan golonganku (HR> Muslim).

d. Memperoleh harta kerena suap-menyuap (kolusi). Dalam hal ini Rasul bersabda:

لعن الرسول الله صلى الله عليه وسلم  الراشى والمرتشى (رواه احمد والحكيم)

(Rasulullah melaknat penyuap dan yang disuap. HR. Ahmad dan Hakim).  – –

e.Memperoleh harta karena berkhianat. يا ايها الذين أمنوا لا تحونوا الله والرسول وتخونوا اماناتكم وانتم تعلمون

f.(Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengkhianati Allah dan Rasul, dan jangan mengkhianati amanat-amanat yang dipercayakan kepadamu, sedang kamu mengetahui (QS. al-Anfal/8 : 7).

f. Memakan harta anak yatim (HR. Muttafaqun ‘alaih).

g. Mengambil harta dengan cara yang batal  (QS. 2 : 188).

h. Memperoleh harta dengan cara korupsi. Dalam hadis panjang, potongannya demikian:

فوالذى نفس محمد بيده لا يغل أحدكم منها شيئا إلا جاء به يوم القيامة يحمله على

عنقه, إن كان بعيرا جاء به له رغاء. وإن كانت بقرة جاء بها لها خوار. وإن كانت

شاة جاء بها تيعر, فقد بلغت (فأقول لا املك لك شيئا, قد ابلغتك. رواه متفق عليه)

(Demi Allah yang jiwa Muhammad ada di Tangan-Nya ! Tiada seorang pun yang menyembunyikan sesuatu (korupsi), melainkan ia akan menghadap di hari kiamat memikul di atas lehernya, jika berupa unta ia akan bersuara, jika berupa lembu ia akan melenguh, jika berupa kambing ia akan mengembik. Maka, sungguh aku telah menyampaikan. (Maka aku katakan: aku tidak dapat menolongmu sedikitpun; aku telah memperingatkan kepadamu (HR. Bukhari Muslim/Muttafaqun ‘alaih).

4. Makanan atau Minuman yang merusak kesehatan baik jasmani, rohani, atau keduanya). Diktum ini diperoleh dari paradigma bahwa:

a.  Yang menghidupkan dan mematikan hanya Allah. Kalimah tauhid sekaligus kalimah thayyibah menyebutkan:

لا إله إلا الله وحده لا شريك له, له الملك وله الحمد يحيى ويميت وهو على كل شيئ

قد ير

(Tidak ada Tuhan (yang disembah) kecuali Allah Yang Esa dan tiada sekutu bagi-Nya. Dia yang memiliki kerajaan, dan Dia yang yang maha terpuji. Dia yang menghidupkan dan mematikan; dan Dia menguasai segala sesuatu).

b. Manusia diberi hidup diwajibkan memelihara hidup sebaik-baiknya. Kalau sakit supaya berobat, dan bunuh diri dosa besar, contoh penderita diabet mengkonsumsi gula menurut ukuran orang normal, pendertita darah tinggi memakan sate kambing seukuran orang normal, dan terkena penyakit paru-paru tidak mau berhenti merokok.

Rasul bersabda: ومن قتل نفسه بشيئ فى الدنيا عذب به يوم القيامة(متفق عليه ).

Barang siapa bunuh diri dengan sesuatu, di hari kiyamat ia akan disiksa dengannya (dengan apa ia bunuh diri – HR. Muttafaq ‘alaih).

5. Makanan atau minuman (termasuk obat-obatan, dan kosmetika) yang tidak jelas halal atau haramnya atau syubhat, supaya dimenangkan posisi haramnya.

ومن وقع فى الشبهات واقع الحرام  (barang siapa jatuh di dalam syubat, maka ia jatuh di dalam haram (HR. at-Turmuzi).

VII. Bahaya mengkonsumsi yang Haram

a. Di akhirat kelak, perutnya berisi api, dan ia dimasukkan ke neraka sa’ir (api menyala-nyala  –  QS. 4 : 10).

b. Pemakan riba akan menjadi penghuni neraka. (QS. 2 : 75).  Penghuni neraka berbeda dari dimasukkan ke neraka. Penghuni adalah langgeng/permanen, dimasukkan bersifat sementara atau ada batasan waktu.

c. Neraka adalah tempat yang paling utama. Dalam hal ini Rasulullah bersabda:

كل لحم نبت من حرام فالنار اولى به. رواه الترمذى عن كعب)

(Setiap daging yang tumbuh dari makanan haram, maka neraka adalah tempatnya yang paling utama- HR. at-Turmuzi dari Ka’ab).

d. Sillaturrahmi dan sedekah dari harta yang diperoleh dengan haram, kesemuanya dihimpun menjadi satu untuk menambah siksanya di neraka. Rasul bersabda:

من اصاب مالا من مأثم فوصل به رحما اوتصدق به او انفقه فى سبيل الله جمع الله

ذالك جميعا ثم قذفه فى النار, وقال عليه السلام خير دينكم الوراع(رواه ابو داود).

(Barang siapa mendapatkan harta dari dosa, lalu dengannya ia bersillaturrahmi, atau bersedekah, atau membelanjakan (infak) di jalan Allah, maka Allah menghimpun seluruhnya itu kemudian Dia melemparkan ke neraka. Beliau bersabda: Yang paling baik agamamu adalah wara’, perwira.  – HR. Abu Dawud).

e. Salatnya tidak diterima Allah. Rasulullah bersabda:

من إشترى ثوبا بعشرة دراهم وفى ثمنه درهم حرام لم يقبل الله صلاته مادام عليه

منه شيئ (رواه احمد)

(Barang siapa yang membeli pakaian dengan harga 10 dirham, satu dirham dia antaranya uang haram, maka Allah tidak akan menerima salatnya selama pakaian itu dikenakannya (HR. Ahmad).

VIII. Sekian, semoga ada manfaatnya bagi kita semua. Wassalamu ‘alaikum warahmatullah wabarakatuh.

 

 

 

 

 

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *